Agama Buddha Hoa Hao didirikan oleh Huynh Phu So pada 1939 di Desa Hoa Hao, Distrik Tan Chau, Provinsi Chau Doc (dahulu), yang kini menjadi wilayah di Kecamatan Phu Tan, Provinsi An Giang.
Setelah proses penggabungan wilayah (per 1 Juli 2025), Kecamatan Phu Tan yang baru kini meliputi Kotamadya Phu My, Kecamatan Tan Hoa, Kecamatan Tan Trung dan Kecamatan Phu Hung dulu. Lebih dari 90 persen penduduk di Kecamatan Phu Tan adalah penganut Buddhisme Hoa Hao, serta lebih dari 95 persen adalah orang Kinh sementara sisanya berasal dari etnis minoritas Khmer dan Tionghoa. Di Kecamatan Phu Tan, terdapat kantor Badan Eksekutif Pengurus Besar Sangha Buddha Hoa Hao, empat Badan Pengurus Sangha Buddha Hoa Hao di tingkat kecamatan sebelum penggabungan, serta sebuah Sekolah Menengah Buddha Hoa Hao. Le Ngoc Loi, Wakil Kepala Badan Eksekutif Pengurus Besar Sangha Buddha Hoa Hao, sekaligus Kepala Badan Amal – Sosial Pengurus Besar Sangha Buddha Hoa Hao menuturkan:
“Negara terus meningkatkan fasilitas bagi aktivitas berbagai organisasi keagamaan pada umumnya, dan agama Buddha Hoa Hao pada khususnya. Mengenai semangat patriotisme pada ajaran agama Buddha Hoa Hao, Nabi Huynh Duc telah mengajarkan prinsip Empat Rasa Syukur. Rasa syukur pertama adalah kepada leluhur dan orangtua. Rasa syukur kedua adalah kepada tanah air, setiap manusia harus bertanggung jawab untuk membela tanah air, menjaga perdamaian serta membangun bangsa yang kuat agar masyarakat dapat menikmati kehidupan yang makmur dan sejahtera. Banyak anak-anak penganut Buddhisme Hoa Hao menjadi martir dan penyandang disabilitas demi perjuangan membela tanah air”.
Di Kecamatan Phu Tan, setiap tahunnya, dalam rangka memperingati HUT Pembentukan Buddha Hoa Hao (tgl 18 bulan kelima kalender imlek) dan ulang tahun Nabi Huynh Duc (25 bulan sebelas kalender imlek), wilayah ini menyambut kedatangan banyak penganut dari seluruh penjuru tanah air untuk berziarah dan beribadah.
Kecamatan Phu Tan telah menjadi teladan dalam berbagai kegiatan sosial seperti pembangunan rumah kasih sayang, pembangunan jembatan, hingga penanaman kebun obat-obatan tradisional yang diberikan secara gratis bagi warga yang membutuhkan. Pemerintah Kecamatan bekerja sama dengan Badan Eksekutif Pengurus Besar Sangha Buddha Hoa Hao dan para donor telah membangun 120 rumah persatuan, memobilisasi pembangunan dua jembatan penghubung di wilayah pedesaan. Melalui berbagai aksi nyata tersebut, kepercayaan para penganut pun menjadi semakin kokoh.
Satu bukti nyata dukungan pemerintah dalam menjamin hak kebebasan beragama di Kecamatan Phu Tan yaitu pemberian fasilitas bagi Pengurus Besar Sangha Buddha Hoa Hao untuk membangun Sekolah Menengah Buddha Hoa Hao. Sekolah ini merupakan sekolah satu-satunya di bawah naungan Pengurus Besar Sangha Buddha Hoa Hao. Phan Chi Tam, salah satu siswa sekolah tersebut menuturkan:
“Di sini, saya dapat belajar beberapa hal yang bermanfaat tentang pengetahuan umum dan secara khusus tentang doktrin agama Buddha Hoa Hao. Saya berharap setelah lulus nanti, saya dapat menjadi pengajar agama untuk menyebarkan ajaran agama Buddha Hoa Hao serta berkontribusi dalam kegiatan sosial dan amal dari agami ini”.
Penganut Buddhisme Hoa Hao di Kecamatan Phu Tan, Provinsi An Giang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan amal dan gerakan patriotik, serta bahu-membahu dalam membangun pedesaan baru. Para pemuka agama, pengurus dan penganutnya menjalani kehidupan manusiawi dan keagamaan yang baik, bersama memperkuat persatuan bangsa, serta turut serta dalam memajukan sosial-ekonomi daerah.





