Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama dan konektivitas ekonomi yang saling melengkapi, dengan terobosan dan perkembangan baru yang lebih berkualitas; serta berupaya segera meningkatkan nilai perdagangan bilateral dari 22 miliar USD saat ini menjadi 25 miliar USD. Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta kedua pihak untuk segera membentuk kelompok kerja bersama untuk menyusun rencana dan mendorong pelaksanaan yang efektif terhadap strategi penting “Tiga Konektivitas”. Kedua pemimpin menekankan pentingnya memperkuat silaturahmi rakyat, kerja sama di bidang budaya, pendidikan, pariwisata, dan hubungan antardaerah.

Kedua pihak menegaskan akan terus berkoordinasi erat dan saling mendukung di forum regional maupun internasional, mengembangkan sentralitas ASEAN, memperkuat solidaritas internal kawasan. Kedua pihak juga menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas, menjamin keamanan, keselamatan, serta kebebasan maritim dan penerbangan; serta menyelesaikan sengketa melalui langkah damai berdasarkan hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.

Seteleh pembicaraan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam dan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul melakukan pertemuan dengan kalangan pers untuk mengumumkan hasil pembicaraan. Dalam konferensi pers tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyatakan: “Kedua pihak sepakat untuk terus memperdalam kepercayaan politik, menganggap ini sebagai fondasi hubungan jangka panjang dan erat antara kedua negara. Kedua pihak juga akan terus meningkatkan pertukaran dan kontak tingkat tinggi di semua tingkatan dan sektor melalui seluruh kanal, meningkatkan efektivitas mekanisme kerja sama yang sudah ada; serta terus mempertahankan dan memaksimalkan efektivitas mekanisme kerja sama pertahanan dan keamanan. Mendorong perundingan dan penandatanganan perjanjian kerja sama hukum bilateral, menegaskan kembali komitmen untuk tidak mengizinkan individu atau organisasi mana pun menggunakan wilayah negara ini untuk melawan negara lainnya, serta berupaya mencapai nilai perdagangan bilateral sebesar 25 miliar USD secara seimbang dan berkelanjutan. Selain itu, kedua pihak akan berkoordinasi untuk melaksanakan secara efektif berbagai bidang kerja sama dalam kerangka Strategi Tiga Konektivitas”.

Pada kesempatan ini, Sekjen sekaligus Presiden To Lam dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul turut menyaksikan penandatanganan Program Aksi Implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam–Thailand periode 2026–2031 serta penyerahan dokumen kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan.