Pertemuan tersebut membahas hasil penanggulangan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU) atas usulan Komisi Eropa (EC).
Pada pertemuan tersebut, Kolonel Bui Yen Tinh, Wakil Kepala Departemen Operasi mencatat upaya-upaya Komando Penjaga Perbatasan Provinsi Dak Lak dalam pemberantasan IUU secara serius. Pasukan ini secara proaktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pasukan fungsional untuk mengontrol kapal penangkap ikan, memperkuat patroli di laut yang dikaitkan dengan perlindungan kedaulatan dan penjagaan keamanan serta ketertiban. Propaganda diintensifkan, sehingga diharapkan dapat berkontribusi untuk meningkatkan kesadaran pemilik kapal, kapten, dan nelayan mengenai konsekuensi pelanggaran IUU.
Sementara itu, Komite Rakyat Provinsi Dak Lak meminta Pasukan Penjaga Perbatasan Provinsi untuk terus berkoordinasi dengan pasukan-pasukan fungsional guna memperkuat patroli, pemeriksaan, dan pengendalian, secara tepat waktu menangani pelanggaran IUU. Pasukan tersebut juga perlu menyusun peraturan koordinasi antarinstansi untuk memantau dan mengendalikan kapal penangkap ikan yang masuk dan keluar pelabuhan, sekaligus berbagi data mengenai penanganan pelanggaran. Seluruh daerah pesisir juga diminta untuk terus meninjau dan mengelola kapal penangkap ikan dan nelayan; serta memperkuat propaganda mengenai pemberantasan IUU kepada setiap pemilik dan kapten kapal.




