Di Kecamatan Xuan Hoa, peta dan dokumen perencanaan tradisional tengah ditransformasikan ke platform daring. Data yang terpusat dan visual membantu akses informasi lahan serta kriteria pembangunan menjadi lebih transparan dan cepat dibandingkan dengan dokumen kertas. Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Perusahaan Persero G Rumah. Phan Quang Thang, Direktur Utama Perusahaan G Rumah, menilai bahwa digitalisasi data membantu masyarakat mengakses informasi secara transparan sekaligus memangkas waktu penanganan dokumen dan menghemat biaya.

“Data sebelumnya sering kali terpisah-pisah, baik dalam bentuk kertas maupun PDF. Dari data kertas bersifat internal tersebut, kita bisa melakukan digitalisasi. Kita harus membangun data dari tingkat daerah secara sinkron untuk mendapatkan basis data induk, kemudian menerapkannya secara sinkron”.

Sementara itu, Kecamatan Duc Nhuan telah menyelesaikan 100 persen digitalisasi data nomor rumah dan menganggap ini sebagai basis data dasar agar seksi-seksi spesialis secara proaktif memperbarui informasi tata kelola (seperti rumah tangga miskin, rumah tangga penerima kebijakan prioritas, dan penerbitan surat izin konstruksi). Pham Bao Toan, Wakil Ketua Komite Rakyat Kecamatan Duc Nhuan berbagi bahwa setelah dialokasikan server khusus, seluruh data dari berbagai prosedur administratif masyarakat dan pelaku usaha akan diarsipkan dan didigitalisasi secara menyeluruh.

“Kota Ho Chi Minh meminta berbagai kecamatan untuk proaktif membuat basis datanya sendiri. Pekerjaan ini adalah tugas kecamatan. Nanti, jika daerah ingin mencari rumah tangga miskin yang berada di wilayahnya cukup mengetik kata “rumah tangga miskin” dan mencari daftar nomor rumah, maka alamatnya akan diketahui”.

Menurut Pusat Transformasi Digital Kota Ho Chi Minh, data digital telah menjadi landasan untuk merestrukturisasi metode tata kelola dan penyediaan layanan publik. Saat ini, Kota Ho Chi Minh sedang terus menstandarisasi data mengenai batas administratif, koordinat, serta bidang khusus pascapenataan unit administrasi. Nguyen Thanh Hoa, Wakil Direktur Pusat Transformasi Digital Kota Ho Chi Minh, menilai tingkat penerapan teknologi oleh pejabat maupun masyarakat telah meningkat secara pesat.

“Berbagai kecamatan saat ini menangani permasalahan konkret, bukan konsep atau teori. Mereka menerapkan kecerdasan buatan (AI) dalam mengawasi tata bangunan di lapangan. Kita tengah melaksanakannya secara efektif”.

Untuk melayani digitalisasi, tingkat kecamatan di Kota Ho Chi Minh telah melaksanakan platform visualisasi yang mengintegrasikan berbagai data sektor usaha, platform pemanfaatan data luas, serta platform digitalisasi bersama. Hingga kini, persentase penanganan prosedur administratif daring di kota ini mencapai 88 persen, mengurangi sekitar 30 persen prosedur, waktu dan biaya. Aparatur pemerintahan tengah berubah kuat dari “tata kelola” menjadi “pelayanan”. Nguyen Manh Cuong, Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh menuturkan:

“Berbagai daerah terus menggelar pelaksanaan penerimaan dan penanganan prosedur administratif secara efektif. Hal ini tidak bergantung pada batas wilayah administrasi, khususnya dalam meminimalkan keterlambatan penanganan prosedur administratif”.

Pada masa mendatang, Kota Ho Chi Minh akan terus meninjau dan mempermudah prosedur serta mengembangkan data digital. Langkah-langkah awal dari tingkat kecamatan akan menjadi fondasi dalam mengubah seluruh wajah administratif kota ke lingkungan digital yang modern, mendorong perkembangan sosial-ekonomi secara pesat dan lebih berkelanjutan.