Saat ini, produksi domestik Vietnam hanya mampu mencukupi 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) domestik. Sisanya harus diimpor. Sementara itu, seiring dengan menurunnya volume produksi minyak mentah domestik, maka Vietnam tetap mengimpor minyak mentah untuk keperluan produksi. Kekurangan sumber pasokan impor untuk Pabrik Kilang Petrokimia Nghi Son serta sumber pasokan BBM secara umum berpotensi terus berlanjut apabila konflik Timur Tengah semakin bereskalasi.

Oleh karena itu, pembangunan gudang cadangan BBM nasional menjadi kebutuhan mendesak sekaligus langkah strategis untuk menciptakan “penyangga keamanan” bagi perekonomian Vietnam. Karena ketika pasar global berfluktuasi, Negara dapat secara proaktif melepaskan cadangan untuk menstabilkan harga, membatasi efek domino pada inflasi dan kehidupan masyarakat. Dalam pertemuan dengan Kelompok pengurus ketahahan energi dan dunia usaha baru-baru ini, Wakil Perdana Menteri (PM) Tran Hong Ha (masa jabatan 2021-2026) menuturkan:

Kita harus memastikan ketersediaan cadangan saat muncul kendala, seperti fluktuasi yang terjadi belakangan ini. Kita perlu membentuk sistem cadangan tersendiri, bersama dengan pelaku usaha, di mana Negara bertindak sebagai regulator”.

Sementara itu, pada 29 Maret, PM Pham Minh Chinh (PM Pemerintah masa jabatan Majelis Nasional Angkatan XV 2021-2026) meninjau langsung lokasi pembangunan gudang cadangan BBM strategis nasional di Nghi Son, Provinsi Thanh Hoa. PM menekankan bahwa pembangunan tersebut harus dilaksanakan dengan semangat mendesak. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk menyempurnakan infrastruktur ketahanan energi nasional, tetapi juga mengurangi tekanan pada sistem distribusi dan meningkatkan fleksibilitas pasar.

Namun, agar kebijakan ini dapat diimplementasikan, PM meminta agar skala cadangan mendekati standar internasional. Mekanisme pengelolaan harus transparan dan fleksibel guna menghindari situasi di mana cadangan hanya menjadi formalitas tanpa efektivitas saat dibutuhkan. Hal yang terpenting adalah mendiversifikasi sumber pasokan dan mengintegrasikan cadangan Negara dengan cadangan komersial untuk mengoptimalkan sumber daya.

Dalam jangka panjang, pembangunan gudang cadangan BBM nasional perlu diselaraskan dengan transformasi energi secara menyeluruh. Percepatan transisi ke biofuel E10 pada bulan April di Vietnam merupakan sinyal jelas yang menunjukan bahwa proses transformasi energi bukan lagi sekadar perencanaan, tetapi telah memasuki tahap implementasi. Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Nguyen Sinh Nhat Tan menegaskan:

Penggunaan biofuel telah menjadi tren yang tak terelakan dalam proses transformasi energi dunia. Bagi Vietnam, hal ini bukan sekadar solusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memenuhi berbagai komitmen internasional terkait perubahan iklim semata, melainkan juga arah penting dalam memastikan ketahanan energi nasional, mendiversifikasi sumber pasokan bahan mentah dan mendorong pembangunan ekonomi yang hijau dan ekonomi sirkular”.

Sejalan dengan proses transformasi energi tersebut, investasi dalam pembangunan gudang cadangan BBM nasional merupakan sebuah keputusan visioner yang akan menjadi fondasi bagi proses transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. Pembangunan fasilitas gudang cadangan BBM ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian dan daya tahan perekonomian. Di tengah dunia yang penuh gejolak, negara-negara yang mampu mencapai swasembada energi akan memiliki keunggulan yang lebih besar dalam menjaga stabilitas pembangunan dan menarik investasi asing.