Di antaranya, Vietnam muncul sebagai salah satu motor penggerak terkuat yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Demikian penilaian Kepala ekonom global Shan Saeed dari Grup Teknologi Properti IQI Juwai di Malaysia.
Menurut dia, ekonomi Vietnam tumbuh 8,39 persen dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun 2025 sehingga pertumbuhan paruh pertama tahun 2026 mencapai 8,18 persen. Sementara itu, pertumbuhan dari empat perekonomian sisanya tinggal di taraf bawah 5,8 persen. Pesan yang sangat jelas bahwa Vietnam memasuki separuh akhir tahun dengan laju pertumbuhan melompat.
Sekali lagi, kualitas pertumbuhan itu sangatlah penting. Sektor produksi-punggung struktur ekspor Vietnam tumbuh 10,23 persen pada paruh pertama tahun 2026. Sementara itu, produksi industri meningkat 10,8 persen. Nilai ekspor komoditas mencapai 266,5 miliar dolar Amerika Serikat dan modal investasi asing langsung (FDI) terlaksanakan meningkat 13 miliar dolar AS. Ini bukan sekadar kisah tentang produksi dengan harga murah, Vietnam sedang memasuki secara mendalam pada sektor elektronik, permesinan, produksi dengan teknologi tinggi serta rantai pasokan nilai yang lebih tinggi.
Selain itu, pariwisata sedang menjadi sebuah motor penggerak struktur yang lain. Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara mencapai 12, 3 juta orang pada paruh pertama tahun 2026, meningkat 14,9 persen dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun 2025 sehingga mendorong layanan, penerbangan, perhotelan dan konsumsi domestik.
Menurut Kepala ekonom Shan Saeed, di antara kelompok lima negara ASEAN terkemuka, Vietnam muncul tentang laju produsi, sumber daya manusia dan pengumpulan pendapatan. Vietnam tidak hanya berpartisipasi, melainkan juga turut menetapkan sirklus pertumbuhan selanjutnya bagi ASEAN.








