Bagi Vietnam, sejak bergabung dengan ASEAN pada 28 Juli 1995, ASEAN menjadi saluran yang efektif bagi Vietnam untuk memobilisasi sumber daya eksternal bagi investasi dan pembangunan.
Yang patut diperhatikan, Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital ASEAN (ASEAN Digital Economy Framework Agreement – DEFA), yang diperkirakan akan ditandatangani pada akhir tahun 2026 ini, merupakan perjanjian regional komprehensif yang pertama di dunia mengenai ekonomi digital. Perjanjian ini membuka pasar digital ASEAN yang terpadu, mendorong perdagangan elektronik, arus data yang aman, serta pembayaran digital, sekaligus memfasilitasi dunia usaha untuk berpartisipasi secara lebih mendalam dalam perekonomian digital kawasan. Perkiraan saat ini menyebutkan bahwa perekonomian digital ASEAN dapat mencapai 2 triliun dolar AS pada tahun 2030, dan potensi ini sangat besar bagi Vietnam.
Menilai masalah ini, Nguyen Anh Duc, Konselor sekaligus Kepala Perwakilan Ekonomi Tetap Vietnam untuk ASEAN, menekankan:
“Vietnam perlu secara proaktif mempersiapkan pelaksanaan Perjanjian DEFA setelah ditandatangani, memanfaatkan berbagai program kerja sama di bidang kecerdasan buatan, data, perdagangan elektronik, pembayaran digital, dan perusahaan digital untuk mendorong pengembangan ekonomi digital di dalam negeri, sekaligus memfasilitasi dunia usaha Vietnam untuk berpartisipasi lebih mendalam pada pasar digital ASEAN. Pada akhirnya, Vietnam perlu mendorong berbagai kementerian, instansi, pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha untuk terlibat sejak tahap awal dalam penyusunan dan pelaksanaan proyek-proyek kerja sama ASEAN, bukan hanya berpartisipasi sebagai penerima manfaat. Hal ini akan membantu Vietnam memanfaatkan secara lebih efektif sumber daya keuangan, dukungan teknis, dan transfer teknologi dari para mitra, sekaligus meningkatkan peran kepemimpinan Vietnam dalam proses integrasi ekonomi ASEAN.”








