Pada pekan lalu, Saudara Eddy Setiawan di Jakarta mengirimkan laporan pemantauan siaran radio dari tanggal 16 hingga 21 September dengan SINPO 44444. Dari Pekanbaru, Saudara Fachri mengirimkan laporan terinci dalam file Excel dari tanggal 14 hingga 20 September. Kami juga menerima laporan hasil pemantauan siaran radio bulan Agustus yang dikirimkan Saudara Eko Endri Wiyono di Jawa Timur dan laporan hasil pemantauan siaran pada tanggal 20 September yang dikirimkan Saudari Liana Wati di Yogyakarta.

Secara umum, kualitas gelombang siaran relatif stabil di kedua frekuensi, yaitu 12020 kHz dan 9840 kHz. Kami berharap Anda terus mengirimkan laporan pemantauan siaran radio kepada kami agar kami dapat mengetahui situasi gelombang di daerah Kalian masing-masing.

Para pendengar yang budiman, beberapa artikel yang memperkenalkan budaya, negeri, dan masyarakat Vietnam terus mendapat banyak perhatian dari para pendengar. Dalam artikel yang bertajuk: “Masyarakat Etnis Tay Melestarikan Kerajinan Membuat Kue Gai Berpasangan”, beberapa pendengar menulis komentar yang menarik: “Kue Gai berpasangan sangat menarik. Untuk membuat sebuah kue ini harus melakukan banyak tahapan rumit yang membutuhkan keahlian. Kerajinan pembuatan kue Gai berpasangan dari wanita etnis minoritas Tay perlu dilestarikan”. Pendengar lain menulis: “Saya sangat ingin mencicipi jenis kue ini.”

Selain itu, artikel yang berjudul: “Keramik Quang Duc – Jejak Sebuah Desa Kerajinan Tepi Sungai Cai” juga mendapat perhatian banyak pendengar: “Menarik sekali liputan desa kerajinan keramik yang telah ada sejak abad ke 17 hingga akhir abad 20. Membuat saya teringat saat dulu pernah tren hiasan keramik kecil dengan berbagai bentuk lalu dipajang di ruang tamu.” Pendengar lain memberikan komentar: “Saya menyukai produk-produk keramik. Sangat sayang bahwa kerajinan pembuatan keramik di sini telah memudar”...

Para pendengar yang budiman, tidak hanya memperhatikan budaya dan desa-desa kerajinan tradisional, para pendengar juga sangat menyukai destinasi alam Vietnam. Pada pekan lalu, Saudari Fitri dari Jakarta mengirimkan pertanyaan setelah menonton video klip: “Son La: Berupaya Menjadikan Kecamatan Ta Xua sebagai Destinasi Wisata Baru Terkemuka di Asia”.

Saudari Fitri menulis: “Kecamatan Ta Xua sungguh indah dan layak dikunjungi sekali seumur hidup. Saya sangat terkesan dengan lautan awan di sini, hijaunya padang rumput, serta pemandangan alamnya yang megah. Saya sangat ingin mendapatkan rekomendasi lebih lanjut mengenai pengalaman yang tidak boleh dilewatkan oleh wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Ta Xua. Terima kasih!”

Kami mengucapkan terima kasih kepada Saudari Fitri yang telah memberikan kesan istimewanya tentang Kecamatan Ta Xua dan mengirimkan pertanyaan kepada kami. Dengan pemandangan alamnya yang megah, lautan awan, serta suasananya yang hijau dan asri, Kecamatan Ta Xua semakin menarik perhatian wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Salah satu pengalaman yang paling diminati oleh wisatawan saat berkunjung ke Kecamatan Ta Xua adalah memandangi pemandangan dan memfoto awan pada pagi hari. Pada hari-hari yang cuacanya bagus, dari titik-titik ketinggian, wisatawan dapat memandang lautan awan putih yang membentang luas di antara pegunungan, sehingga menciptakan pemandangan hutan dan gunung Tay Bac yang sangat mengesankan. Selain itu, bagi orang yang menyukai petualangan, mereka bisa berpartisipasi dalam kegiatan trekking, menyusuri tikungan jalan di tengah hutan pegunungan, menaklukkan berbagai titik tertinggi, serta menikmati keindahan alam yang alami di sana.

Tidak hanya menarik lewat keindahan pemandangannya, Kecamatan Ta Xua juga menyajikan berbagai pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan dan kebudayaan etnis minoritas setempat. Wisatawan dapat mempelajari adat istiadat, kehidupan sehari-hari, menikmati makanan khas daerah pegunungan, serta secara khusus mencicipi teh Shan Tuyet kuno. Pohon-pohon teh kuno berusia ratusan tahun yang tumbuh di lereng-lerang gunung tinggi juga menjadi salah satu ciri khas yang turut menciptakan daya tarik wilayah tersebut.

Oleh karena itu, jika berkesempatan datang ke Kecamatan Ta Xua, di samping memandangi pemandangan, memfoto awan dan menjelajahi pemandangan alam, wisatawan dapat meluangkan waktu untuk mempelajari masyarakat, budaya, dan keunikan setempat. Pengalaman tersebut akan menjadikan setiap perjalanan bukan sekadar menjelajahi pemandangan alam, melainkan kesempatan untuk lebih memahami alam dan masyarakat di kawasan Tay Bac (kawasan Barat laut), Vietnam.

Para pendengar yang budiman, sampai di sini, berakhirlah acara “Kotak Surat Anda” pekan ini. Untuk mendengarkan dan membaca kembali program siaran kami, silakan mengakses situs web vovworld.vn atau mengirimkan email ke Indonesia.vov5@gmail.com. Anda juga dapat mengirimkan surat ke alamat pos kami: Jalan Ba Trieu, Nomor 45, Kecamatan Cua Nam, Kota Hanoi, Vietnam.