Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV) sekaligus Presiden To Lam mengakhiri kunjungan kerja untuk menghadiri Sesi Debat Tingkat Tinggi Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB) serta berbagai kegiatan bilateral di Amerika Serikat (AS), dan kunjungan kenegaraan ke Kanada dari 20 - 25 September 2026. Kunjungan tersebut secara jelas mencerminkan kebijakan luar negeri yang mandiri, terdiversifikasi dan multilateral, sekaligus menunjukkan semakin matangnya posisi Vietnam dalam peta geopolitik global.
Hasil kunjungan kerja Sekjen sekaligus Presiden To Lam tersebut menunjukkan tiga pilar kebijakan luar negeri Vietnam, yakni peran multilateral yang semakin kuat, hubungan bilateral yang substansial, serta terobosan dalam hubungan strategis.
Memposisikan Vietnam sebagai Anggota PBB yang Aktif dan Bertanggung Jawab
Di forum multilateral global terbesar di dunia, yaitu MU PBB, kehadiran pemimpin tertinggi Vietnam membawa pesan yang jelas: Vietnam bukan sekadar negara yang berpartisipasi, tetapi juga merupakan mitra yang aktif, berkontribusi dan turut membentuk agenda.
Dalam pidato kebijakan Sekjen sekaligus Presiden To Lam pada Debat Tingkat Tinggi Sidang ke-81 MU PBB menunjukkan kemampuan Vietnam untuk turut membentuk agenda global melalui berbagai gagasan yang relevan dengan perkembangan zaman. Dalam konteks transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang menghadirkan tantangan besar dalam tata kelola, Vietnam menekankan perlunya membangun prinsip dan kerangka tata kelola yang inklusif, aman, transparan dan bertanggung jawab, guna memastikan teknologi melayani kemanusiaan, menghormati kedaulatan nasional, kedaulatan digital dan hak untuk menentukan arah pembangunan secara mandiri.
Peran Vietnam sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab juga tercermin secara jelas dalam pertemuan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres. Pemimpin Vietnam menegaskan bahwa Vietnam akan terus berpartisipasi secara lebih aktif dalam kegiatan pemeliharaan perdamaian, serta menyediakan secara gratis fasilitas kantor bagi badan-badan PBB di Kota Hanoi selama 10 tahun mendatang, dengan nilai yang diperkirakan mencapai 3 juta dolar AS. Selain itu, Vietnam akan memberikan kontribusi hampir 1,3 juta dolar AS untuk anggaran pemeliharaan perdamaian internasional dan siap menjadi tuan rumah berbagai konferensi besar.
Di sisi lain, penandatanganan Program Kerja Sama Negara (CPD) periode 2027–2031 antara Vietnam dan UNDP, UNICEF, serta UNFPA di New York menunjukkan bahwa kerja sama antara Vietnam dan badan-badan PBB telah memasuki tahap baru, yakni kemitraan pembangunan yang setara. Berbagai hasil tersebut sejalan dengan penilaian Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang mengenai kegiatan diplomasi tingkat tinggi:“Pelaksanaan berbagai kegiatan hubungan luar negeri tingkat tinggi merupakan wujud konkret dari kebijakan luar negeri Vietnam yang terbuka, mandiri, berdaulat, mandiri, serta berlandaskan perdamaian dan persahabatan, terdiversifikasi dan multilateral. Vietnam menegaskan posisinya sebagai sahabat dan mitra yang tepercaya, sekaligus anggota yang bertanggung jawab dalam komunitas internasional. Kongres Nasional ke-14 Partai Komunis Vietnam telah menetapkan dan meningkatkan peran pelopor serta tugas utama dan berkelanjutan dari hubungan luar negeri, sehingga hubungan luar negeri dapat memberikan kontribusi yang efektif dan nyata bagi tujuan pembangunan dan pembelaan Tanah Air. Oleh karena itu, hubungan luar negeri dan kerja sama internasional harus mampu menciptakan sumber daya dan momentum bagi pembangunan nasional, sekaligus memperkuat kekuatan nasional”.
Kerja sama bilateral yang substansial dan terobosan dalam hubungan strategis
Di tingkat bilateral, rangkaian kegiatan Sekjen sekaligus Presiden To Lam di AS serta kunjungan kenegaraannya ke Kanada merupakan hasil hubungan luar negeri bilateral yang mencatat banyak keberhasilan.
Di AS, rangkaian pertemuan yang padat dengan para pembuat kebijakan perdagangan, Kongres, lembaga-lembaga pembangunan, serta kalangan dunia usaha terkemuka menyampaikan pesan kuat mengenai Vietnam yang secara proaktif membentuk hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif dengan semangat yang substansial dan seimbang. Menanggapi perhatian Washington terhadap neraca perdagangan, Vietnam mengambil pendekatan langsung dengan mendorong kesepakatan-kesepakatan perdagangan timbal balik yang adil guna menciptakan lingkungan usaha yang stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Selain diplomasi ekonomi, pilar kepercayaan politik dengan AS terus diperkuat secara mendalam melalui kerja sama dalam penanganan dampak perang serta pertukaran dan kerja sama antarlembaga legislatif. Pidato kebijakan Sekjen sekaligus Presiden To Lam di Asosiasi Kebijakan Luar Negeri AS, serta penerimaan medali penghargaan atas peran dan tanggung jawab internasionalnya yang semakin menegaskan filosofi kebijakan luar negeri Vietnam: mempertahankan kemandirian strategis, saling menghormati sistem politik masing-masing, serta siap memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kerja sama global.
Jika rangkaian kegiatan di AS berfokus pada upaya mengatasi berbagai hambatan dan menarik sumber daya teknologi tinggi, maka kunjungan kenegaraan ke Kanada, yang diawali dengan upacara penyambutan resmi di Ottawa, serta keputusan bersejarah untuk meningkatkan hubungan kedua negara menjadi Kemitraan Strategis selama kunjungan tersebut, menjadi sorotan khusus yang mencerminkan kepercayaan politik antara kedua negara setelah lebih dari setengah abad berjalan bersama. Seperti ditegaskan Perdana Menteri Kanada Mark Carney saat menyambut kunjungan kenegaraan Sekjen sekaligus Presdien To Lam ke Kanada: “Ini merupakan kunjungan bersejarah pada saat yang sangat penting bagi perekonomian kedua negara dan bagi dunia secara keseluruhan. Kami telah mencapai kesepakatan di berbagai bidang, yaitu energi, energi bersih, energi tradisional, pertanian, kerja sama pertahanan, dan yang sangat penting, hubungan antarmasyarakat. Ada kabar baik bagi mereka yang ingin bepergian secara langsung dari Kanada ke Vietnam dan sebaliknya. Hal ini tentunya juga akan semakin mempererat hubungan budaya antara kedua negara”.
Secara keseluruhan, kehadiran Sekjen sekaligus Presiden To Lam dalam Debat Tingkat Tinggi Sidang ke-81 MU PBB, rangkaian kegiatan bilateral di AS, serta kunjungan kenegaraan ke Kanada dari 20–25 September 2026 telah membuahkan hasil yang komprehensif. Vietnam terus berhasil menjalankan kebijakan luar negeri yang fleksibel, sekaligus menegaskan citra Vietnam sebagai negara yang percaya diri dan tangguh dalam memasuki era pembangunan, dengan posisi sebagai mitra yang tepercaya dan anggota yang bertanggung jawab dalam komunitas internasional.








