Di Dusun Khe Mong, Kecamatan Van Lang, Provinsi Thai Nguyen, Seniman Unggul Hoang Van Mui berbagi kekhawatiran yang juga dirasakan oleh banyak warga etnis Mong: bagaimana cara melestarikan dan menjaga eksistensi suara “seruling khèn” tradisional mereka. (Khèn adalah alat musik tiup tradisional etnis Mong).
Selain aktif berpartisipasi dalam program pertukaran budaya, Bapak Mui selalu menaruh perhatian besar pada bagaimana cara mewariskan seni memainkan “seruling Khèn” Mong kepada generasi penerus: “Saya telah mengajarkan cara memainkan seruling Khèn kepada banyak anak. Ada yang memang suka dan akhirnya bisa memainkannya, tetapi ada juga yang kurang berminat sehingga enggan belajar. Belajar memainkan seruling Khèn ini tidak menggunakan buku atau tulisan, melainkan harus dihafal dan dipraktikkan langsung. Oleh karena itulah, belajar memainkan seruling Khèn sangat sulit, tidak sederhana. Saya ingin mengajarkannya kepada generasi muda agar mereka melestarikan warisan budaya tradisional”.
Di Kecamatan Van Lang juga terdapat Dusun Tan Do, yang terkenal dengan keindahan rumah-rumah panggung tradisional dari etnis minoritas Nung. Rumah-rumah ini memiliki ciri khas berupa 56 tiang penyangga. Saat ini, Dusun Tan Do tetap melestarikan 60 rumah panggung kuno yang kondisinya hampir sepenuhnya utuh.
Pada tahun 2024, Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Thai Nguyen mendukung pembangunan sebuah rumah panggung dengan arsitektur khas etnis Nung yang difungsikan sebagai balai budaya Desa Tan Do. Selain itu, pihak dinas juga menyediakan dana untuk merenovasi rumah panggung milik lima keluarga. Chu Van Huong, kepala Dusun Tan Do, Kecamatan Van Lang, menyampaikan harapannya: “Jika Negara memberikan dukungan dan investasi, masyarakat di sini sangat berharap bisa dibimbing dan diberi kesempatan untuk mengembangkan pariwisata berbasis komunitas. Di saat yang sama, kami juga berkomitmen untuk melestarikan nilai-nilai historis dari rumah panggung kuno yang ada di daerah ini.”
Dalam perjalanannya menuju pembangunan yang cepat, hijau, dan berkelanjutan, Kecamatan Van Lang selalu menempatkan pelestarian kekayaan budaya berbagai etnis sebagai prioritas utama. Langkah ini menjadi modal internal kuat mendorong pembangunan daerah secara komprehensif. Ngo Van Tai, Kepala Departemen Sosial-Budaya Kecamatan Van Lang, Provinsi Thai Nguyen, mengatakan: “Untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya tersebut, kami menyelaraskan dengan saksama proyek Provinsi Thai Nguyen, membuat proyek kecamatan dan mendirikan klub seni-budaya rakyat. Saat ini, klub-klub ini beroperasi dengan sangat baik, dan terintegrasi erat dengan festival dan pesta rakyat di desa.”
Dengan populasi sebanyak lebih dari 1,7 juta jiwa, yang terdiri dari 50 kelompok etnis, Provinsi Thai Nguyen memiliki “khazanah budaya” yang kaya dengan lebih dari 550 warisan budaya takbenda, 336 festival tradisional, serta ragam seni rakyat yang unik. Secara khusus, “Praktik Ritual Nyanyian Rakyat Then dari Etnis Tay, Nung, dan Thai” telah diakui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai Warisan Umat Manusia. Keberhasilan ini juga diperkuat dengan penganugerahan gelar kepada para praktisi lokal, yakni tiga Seniman Rakyat dan 19 Seniman Unggul. Saat ini, pemerintah daerah terus aktif mempromosikan upaya pengumpulan, pemugaran, serta pengajaran warisan budaya tersebut. Duong Quang Bao, Wakil Kepala Dinas Etnis Minoritas dan Agama Provinsi Thai Nguyen, menuturkan:“Melestarikan identitas budaya tradisional etnis minoritas di daerah pegunungan berdampak besar terhadap pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Secara khusus, hal ini dapat meningkatkan kesadaran sekaligus pendapatan masyarakat”.
Keunikan budaya yang khas dari setiap kelompok etnis menciptakan potret budaya yang bersatu dalam keberagaman di provinsi Thai Nguyen. Di tengah ruang budaya yang kian meluas hasilnya interaksi antarwilayah dan kelompok etnis, Provinsi Thai Nguyen kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan produk budaya unik yang membawa identitas khasnya sendiri.








