Dalam unggahan di medsos Truth Social, Presiden Donald Trump sekali lagi menegaskan pendiriannya bahwa Iran “tidak akan memiliki senjata nuklir”. Ia mengatakan bahwa minyak masih mengalir melalui Selat Hormuz dalam volume yang mencapai rekor, dengan 22 juta barel minyak hanya dalam satu malam sebelumnya. Namun, tidak ada satu tetes pun yang berasal dari Iran atau menuju Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul kabar bahwa Gedung Putih meminta Pentagon untuk menyiapkan berbagai opsi serangan terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu. Pernyataan terbaru Donald Trump ini bertujuan meredakan kontroversi di tengah ketegangan dengan Iran, terutama ketika harga bahan bakar dan biaya hidup menjadi isu-isu utama menjelang pemilu paruh waktu.





