KS PKV telah mengesahkan Resolusi baru mengenai kader dan pekerjaan kekaderan, sekaligus mengesahkan Rancangan “Strategi nasional untuk menarik, mendayagunakan dan mengembangkan talenta di sektor-sektor dan bidang-bidang unggulan guna mendukung pembangunan nasional yang cepat dan berkelanjutan”.
KS PKV menegaskan bahwa terobosan dalam pengembangan sumber daya manusia bukan sekadar tentang menarik orang-orang berbakat, tetapi juga menciptakan mekanisme bagi talenta untuk mengembangkan kemampuan mereka, jajaran kader melaksanakan tugas secara efektif dan membuat seluruh sistem beroperasi dengan lebih baik.
Terobosan Pola Pikir dalam Mendayagunakan Talenta
Pertama-tama, pendayagunaan talenta harus berawal dari tugas spesifik pembangunan nasional. Dalam pidato penutupannya pada Sidang Pleno ke-4 KS PKV angkatan XIV, pada Kamis sore (8 Oktober), Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan:“Harus berdasarkan pada tuntutan tugas untuk mengembangkan sumber daya kader serta melatih, menempatkan dan mendayagunakan kader. Hasil penilain harus menjadi dasar untuk memilih dan menyeleksi kader, sekaligus menjamin kesinambungan antarmasa jabatan. Kualitas moral, kemampuan, bakat sejati dan prestise harus tercermin dalam hasil kerja. Penilaian terhadap hasil kerja harus mempertimbangkan tingkat kesulitan tugas, kondisi pelaksanaannya serta nilai jangka panjang yang dihasilkan”.
Pidato Sekjen sekaligus Presiden To Lam mencerminkan visi strategis dalam pengelolaan kader, yakni bahwa seleksi, pemberian tugas, pelimpahan wewenang dan penyediaan sumber daya harus didasarkan pada tugas strategis. Hal ini menandai perubahan mendasar dalam pola pikir. Persoalannya bukan lagi sekadar berapa banyak orang berbakat yang berhasil dipilih, melainkan bagaimana memastikan bahwa talenta benar-benar menjadi sumber daya bagi pembangunan nasional.
Resolusi KS PKV menegaskan bahwa pendayagunaan talenta menempati posisi kunci dalam strategi pengembangan sumber daya manusia unggul. Namun, talenta tidak harus bekerja hanya di lembaga-lembaga negara. Mereka juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian ilmiah, kegiatan usaha, kerja sama antarpakar, maupun proyek-proyek pembangunan khusus. Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan: “Menghubungkan talenta di dalam negeri, warga Vietnam di luar negeri, dan para pakar internasional; mempererat hubungan antara perguruan tinggi, lembaga penelitian dan dunia usaha. Menjadikan penemuan dan pelatihan talenta di dalam negeri sebagai fondasi jangka panjang. Lembaga pengguna harus memberikan tugas yang sesuai dengan kapasitas mereka, menciptakan kondisi yang kondusif bagi mereka untuk menguasai teknologi, membangun jajaran dan mentransfer pengetahuan; serta memberikan penghargaan dan kebijakan intensif secara adil, baik kepada talenta yang direkrut maupun kepada orang-orang yang tengah mengabdikan diri.”
Pendekatan ini memiliki arti penting, khususnya dalam konteks Vietnam yang tengah mendorong transformasi digital, mengembangkan ekonomi hijau, serta memajukan sektor-sektor teknologi strategis seperti kecerdasan buatan, semikonduktor dan bioteknologi. Upaya menghubungkan kalangan intelektual di dalam negeri dengan para pakar Vietnam di luar negeri dan ilmuwan internasional akan membantu memperluas sumber daya pengetahuan, meningkatkan kemampuan untuk mengakses dan menerapkan teknologi, hingga secara bertahap mampu menguasainya.
Meningkatkan Efektivitas Tata Kelola Nasional
Namun, memiliki talenta saja tidaklah cukup. Kebijakan yang tepat hanya akan membuahkan hasil jika dilaksanakan secara efektif. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya secara optimal menuntut koordinasi yang erat dalam pelaksanaannya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas tata kelola nasional secara menyeluruh. Peningkatan kualitas tenaga kerja harus berjalan seiring dengan pembaruan metode penilaian, dan tanggung jawab secara erat, serta penempatan hasil pelaksanaan tugas sebagai salah satu tolok ukur utama.
Menyimak Sidang Pleno ke-4 KS PKV, Brigadir Jenderal, Profesor Muda, Doktor Nguyen Van Sau, Wakil Direktur Institut Strategi dan Sejarah Pertahanan Vietnam, Kementerian Pertahanan, menyampaikan: “Setelah menyimak pidato Sekjen sekaligus Presiden To Lam, saya sangat berharap manajemen kekaderan akan mengalami perubahan mendasar, dari yang semula berfokus pada pengelolaan sumber daya manusia menjadi pendayagunaan manusia. Dari penyiapan kader untuk setiap masa jabatan, kita harus beralih sepenuhnya pada penyiapan sumber daya kepemimpinan untuk melaksanakan tugas-tugas strategis jangka panjang negara. Yang terpenting, kita perlu menyusun mekanisme agar orang-orang yang berbakat diberi tugas-tugas besar, orang-orang yang mampu bekerja dengan baik diberikan wewenang yang lebih besar, dan orang-orang yang menghasilkan nilai mendapat pengakuan yang layak. Pada saat yang sama, orang-orang yang tidak lagi memenuhi persyaratan harus diganti tepat waktu”.
Arah kebijakan yang ditetapkan dalam Sidang Pleno ke-4 KS PKV kembali menegaskan peran kunci sumber daya manusia bagi masa depan bangsa. Investasi pada sumber daya manusia, pendayagunaan talenta dan peningkatan kapasitas pelaksanaan tugas merupakan wujud investasi bagi kemampuan pembangunan nasional dalam jangka panjang. Langkah-langkah ini menjadi fondasi bagi Vietnam untuk mengoptimalkan kekuatan internal, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan aspirasi pembangunan yang cepat dan berkelanjutan di masa depan.








