Pihak Iran beranggapan bahwa AS telah melakukan tindakan "agresif", melanggar komitmennya selama negosiasi. Menurut Wakil Menlu Gharibabadi, negosiasi tidak langsung antara Iran dan AS, yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan, kini hampir mengalami kebuntuan. Ia menegaskan bahwa prioritas Teheran saat ini adalah membela negaranya dan akan dengan tegas menanggapi setiap tindakan agresif AS.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga menyatakan bahwa Teheran tidak berencana untuk melanjutkan negosiasi dan akan terus fokus pada pembelaan negaranya.
Pernyataan-pernyataan tersebut dikeluarkan di tengah serangkaian serangan AS terhadap Iran, yang berfokus pada target pesisir di dekat Teluk Persia dan Selat Hormuz, serta infrastruktur transportasi di daratan. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa gencatan senjata antara kedua pihak "telah berakhir" setelah serangan pesawat tak berawak Iran terhadap sebuah kapal yang melintasi Selat Hormuz.





