Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, menegaskan bahwa AS menghambat kemajuan pada isi-isi utama kesepakatan tersebut, termasuk pelepasan aset Iran yang dibekukan. Risiko pembatalan kesepakatan muncul, sekaligus memicu keraguan atas apa yang diklaim kedua belah pihak sehari sebelumnya mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan kerangka kerja dalam waktu dekat. Namun, sumber tersebut tidak menyebutkan apakah negosiasi akan berlanjut. Konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai risiko kegagalan kesepakatan juga belum dirilis.
Sebelumnya, AS, Iran, dan negara mediator Pakistan semuanya mengindikasikan kemungkinan tercapainya kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran.






