Kunjungan ini diharapkan membawa hubungan bilateral berkembang lebih mendalam, serta memberikan kontribusi positif bagi stabilitas kawasan. Demikian penilaian yang disampaikan oleh sarjana asal Thailand, Kavi Chongkittavorn, dalam wawancara bersama wartawan Radio Suara Vietnam (VOV) di Thailand.

Dalam kesempatan tersebut, Kavi Chongkittavorn mengatakan: “Kunjungan ini memiliki makna yang sangat penting karena Sekjen sekaligus Presiden To Lam datang ke Thailand dengan mengemban dua kapasitas sekaligus, yaitu sebagai Presiden dan Sekjen KS PKV. Bagi Thailand, ini merupakan preseden yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saya sangat yakin bahwa peristiwa ini akan menciptakan dorongan luar biasa bagi hubungan bilateral karena tiga alasan. Pertama, hubungan antara Thailand dan Vietnam kini telah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, sebuah tonggak yang bersifat terobosan. Kedua, Vietnam telah mencapai posisi baru dan siap berbagi pengalaman pembangunannya. Ketiga, Sekjen sekaligus Presiden To Lam memiliki visi strategis besar terhadap kawasan, khususnya keinginan untuk memperkuat koordinasi dengan Thailand dalam kerangka Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Vietnam telah menjadi anggota ASEAN selama lebih dari 30 tahun. Hingga kini, Vietnam telah mengumpulkan kepercayaan diri yang kuat dan menunjukkan aspirasi untuk memberikan kontribusi yang lebih positif lagi bagi perkembangan ASEAN.”

Menurut Kavi Chongkittavorn, pilar-pilar perdagangan, investasi, dan hubungan antarmasyarakat tetap memainkan peran mendasar dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.