Vahid Ahmadi, anggota Parlemen Iran, pada 5 Oktober telah menyampaikan pengumuman tersebut dan memberitahukan bahwa keputusan ini dibuat sesuai dengan Undang-Undang yang disahkan oleh badan legislatif negara ini sebagai tanggapan atas ancaman dan kerusakan terhadap fasilitas nuklir selama dua konflik baru-baru ini serta pembunuhan para ilmuwan nuklir Iran. Menurutnya, Iran akan mengadakan kembali kerja sama dengan IAEA sampai saat semua persyaratan tentang penjaminan fasilitas nuklir dan kalangan ahli negara ini belum dipenuhi.
Pada hari yang sama, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi menyatakan Teheran akan memberikan balasan semua kepentingan Amerika Serikat jika Washington melancarkan serangan baru terhadap Iran. Ia juga memperingatkan Israel agar tidak memicu konflik baru sekaligus menegaskan bahwa angkatan-angkatan bersenjata Iran akan membalas apabila terjadi serangan.
Dalam satu perkembangan terkait, pada 5 Oktober malam, Markas Komando Pusat AS untuk kawasan Timur Tengah (CENTCOM) memberitahukan bahwa sejak kembali menerapkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dari pertengahan Juli, militer AS telah menghentikan dan memerintahkan pengalihan rute bagi 130 kapal serta melumpuhkan 3 kapal yang menolak mematuhi blokade. Selain itu, CENTCOM telah menyerang dan menghancurkan 13 kapal komersial yang melanggar perintah blokade, atau yang masuk dalam daftar armada kapal gelap milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).




