Acara tersebut bertujuan menghubungkan sains, kebijakan, keuangan dan praktik untuk mendorong berbagai inisiatif, serta bekerja sama dalam menghadapi perubahan iklim dan bertransisi menuju emisi rendah karbon.
Dalam konferensi pers yang memperkenalkan acara ini pada 5 Oktober di Provinsi Gia Lai, pantia memberitahukan bahwa program ini berfokus pada masalah-masalah kunci dalam proses adaptasi dengan perubahan iklim dan transisi seperti ilmu iklim, ketahanan energi, dekarbonisasi, pembiayaan transisi, rantai nilai, risiko iklim, dan ketahanan. Salah satu arah penting dari Dialog ini adalah membangun tiga jembatan penghubung antara sains dengan kebijakan; iklim dengan keuangan dan pembangunan; sekaligus menyuarakan aspirasi Asia Tenggara dalam isu-isu iklim global. Panitia berharap setelah Dialog ini, akan terbentuk lebih banyak ide, hubungan kerja sama, dan aliansi aksi di bidang keuangan iklim, adaptasi, energi, teknologi, dan penelitian.





