Pada pertemuan tersebut, Menhan Malaysia, Mohamed Khaled Nordin, menegaskan kembali komitmen Malaysia dalam memperkuat dan memperluas kerja sama pertahanan dengan Kamboja, khususnya melalui koordinasi yang lebih mendalam antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) kedua negara. Menhan Malaysia berkomitmen bahwa Malaysia akan menyediakan program-program pelatihan bagi Kamboja serta meneliti perluasan kerja sama di bidang-bidang seperti kegiatan pemeliharaan perdamaian, penanganan tantangan keamanan non-tradisional, keamanan maritim, dan pengembangan kapasitas kecerdasan buatan (AI) di bidang pertahanan.
Di pihak lain, PM Kamboja, Hun Manet, mengapresiasi pencapaian yang dicapai melalui kerja sama bilateral, terutama di bidang pertahanan. Pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga mendiskusikan sejumlah isu regional dan internasional yang menjadi minat bersama.
Dalam perkembangan lain, menurut pesan dalam rangka peringatan HUT ke-59 tahun berdirinya ASEAN (08/8/1967 - 08/8/2026), pada hari yang sama (07/8), Wakil PM sekaligus Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja, Prak Sokhonn, menegaskan kembali komitmen teguh Kamboja untuk memperkuat soliditas, kemandirian, dan sentralitas ASEAN. Di samping itu, ia juga menyerukan pelaksanaan Piagam ASEAN dan Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC) secara ketat guna menjamin perdamaian dan stabilitas regional.






