Terdapat banyak pendapat yang mengapresiasi pesan-pesan tentang sentralitas ASEAN serta perlunya negara-negara untuk berdialog dan bekerja sama demi menjaga perdamaian dan stabilitas di tengah meningkatnya persaingan geopolitik.

Pada Sabtu (30 Mei), kantor berita Antara dan surat kabar Tempo dari Indonesia memuat berbagai artikel tentang pidato utama Sekjen sekaligus Presiden To Lam pada sesi pembukaan Dialog Shangri-La 2026. Artikel-artikel tersebut mengutip penilaian pemimpin Vietnam bahwa ASEAN memiliki pendorong dan tekad yang memadai untuk tidak membiarkan persaingan berubah menjadi konfrontasi, tidak membiarkan jalur-jalur konektivitas menjadi garis pemisah, serta tidak membiarkan keamanan suatu negara menjadi ketidakamanan bagi negara lain.

Media Indonesia memberikan perhatian khusus pada pesan Sekjen sekaligus Presiden To Lam bahwa kawasan Asia-Pasifik menyambut baik kehadiran yang transparan, bertanggung jawab, menghormati hukum internasional, turut mengurangi ketegangan dan meningkatkan kepercayaan antar negara.

Kalangan pengamat menilai bahwa pidato tersebut mencerminkan pendirian Vietnam yang konsisten dalam menjunjung tinggi multilateralisme, peran ASEAN, serta pentingnya dialog dan kerja sama dalam menangani tantangan-tantangan keamanan regional dan global.