Berbatasan langsung dengan Tiongkok dan Laos, Provinsi Dien Bien, yang terletak di wilayah paling barat Vietnam, merupakan rumah bagi 19 kelompok etnis. Keberagaman ini menciptakan ruang budaya yang kaya warna, di mana setiap desa menawarkan pengalaman budaya yang unik dan potensial untuk pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Saat berkunjung ke sini, wisatawan berpeluang untuk mengenal lebih dekat rumah tradisional berbahan tanah yang disebut “trình tường”, menikmati kuliner khas masyarakat etnis minoritas Ha Nhi, berpartisipasi dalam tari lingkaran “Xòe” khas masyarakat etnis Thai, atau belajar menenun kain ikat yang indah bersama masyarakat etnis Lao.
Khazanah budaya yang beragam dan pemandangan alam yang indah menjadi salah satu daya tarik Provinsi Dien Bien. Dang Minh Phuong, Kepala Seksi Promosi Pariwisata dari Pusat Promosi Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Provinsi Dien Bien, menyatakan:
"Perpaduan dan kelestarian nilai-nilai budaya tradisional asli dari 19 kelompok etnis di sini menciptakan daya tarik tersendiri bagi pariwisata berbasis komunitas dan pengalaman humanistik. Pariwisata berbasis identitas etnis dan lanskap alam ini menawarkan pengalaman langsung akan ruang hidup, adat istiadat tradisional, dan festival asli, yang semuanya berpadu selaras dalam lingkungan alam yang megah."
Medan perang Dien Bien Phu merupakan bukti nyata dari perjuangan luar biasa dan kemenangan gemilang yang diraih tentara dan rakyat Vietnam. Dari bumi yang menyimpan kenangan kepahlawanan ini, medan perang Dien Bien Phu secara bertahap bertransformasi menjadi ruang pengalaman sejarah, terutama dengan dibangunnya kompleks kereta gantung Dien Bien Phu yang menggabungkan pariwisata, budaya, dan sejarah. Dang Minh Truong, Presiden Dewan Komisaris Sun Group, mengatakan:
“Tidak ada tempat lain di dunia yang memiliki medan perang seperti Dien Bien. Tempat ini menyimpan kisah yang terhubung secara emosional dengan jutaan wisatawan dari AS, Prancis, Jepang hingga Vietnam sendiri. Kami percaya ketika infrastruktur diinvestasikan secara terintegtasi, produk pariwisata dibangun secara sistematis, dan mekanisme serta kebijakan disusun secara cukup kuat, Dien Bien Phu akan menjadi destinasi bagi wisatawan dari seluruh dunia, bukan hanya untuk berwisata, tetapi untuk benar-benar merasakan semangat Vietnam”.
Provinsi Dien Bien sejak dini telah berfokus menerapkan transformasi digital dalam sektor pariwisata. Langkah ini diwujudkan melalui pembangunan museum digital, digitalisasi situs peninggalan sejarah, promosi pariwisata di berbagai platform digital, serta pengembangan pariwisata pintar. Di masa depan, pariwisata Dien Bien tidak hanya bersaing lewat pesona alamnya yang indah, tetapi juga melalui kemampuannya dalam menciptakan dan mempersonalisasi pengalaman bagi wisatawan. Phan Tam, Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, menyatakan:
“Dien Bien tidak kurang sumber daya, tetapi membutuhkan sebuah narasi yang utuh untuk menghubungkan sejarah, identitas etnis, semangat Dien Bien, budaya wilayah perbatasan, dan aspirasi pembangunan baru. Dien Bien sangat cocok untuk mengembangkan sebuah pertunjukan sejarah berskala besar yang memadukan teknologi modern dengan kesenian rakyat daerah Barat Laut guna menceritakan kisah Dien Bien Phu melalui pengalaman dan emosi”
Khazanah budaya yang kental dengan identitas dari 19 kelompok etnis dan kedalaman sejarah merupakan faktor yang menarik wisatawan terus datang ke Dien Bien. Ketika nilai-nilai lokal dihormati dan dilestarikan secara berkelanjutan, lalu dikombinasikan dengan elemen pengalaman modern, Dien Bien akan selalu menjadi destinasi yang tak tergantikan di peta pariwisata Vietnam.








