Menjelang kunjungan tersebut, di konferensi pers pada 30 April sore di Tokyo, Jepang, Wakil Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang memberitahukan bahwa perlawatan pertama PM Takaichi Sanae ke Vietnam membawa dua tujuan besar yaitu: membangun hubungan pribadi yang baik dan tepercaya antara pemimpin Jepang tersebut dengan para pemimpin baru di Vietnam. Yang kedua, memperkenalkan garis politik luar negeri Jepang, di antaranya kebijakan tentang kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka (FOIP).

Terkait dengan harapan terhadap Vietnam dari PM Takaichi sendiri dan Jepang secara umum, perwakilan Kemlu Jepang memberitahukan bahwa ada 4 kelompok isu utama yang termasuk: Ekonomi dan enegeri, keamanan, silaturahmi rakyat dan berbagai perkembangan internasional sekarang, secara khusus situasi Timur Tengah. Di antaranya, mengenai ekonomi dan energi, Jepang menginginkan agar kedua belah pihak mengumumkan daftar prioritas kerja sama di sektor keamanan, mendorong kerja sama di sektor energi, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, ruang angkasa luar. Jepang secara khusus menekankan kepentingan silaturahmi rakyat dua negeri, ketika komunitas orang Vietnam di Jepang terus berkembang dan menjadi sumber daya penting dalam usaha pengembangan sosial-ekonomi di Jepang.