Inovasi kreatif: Motor penggerak peningkatan produktivitas kerja
Praktik produksi membuktikan bahwa produktivitas tenaga kerja tidak harus selalu dimulai dari sistem mesin bernilai jutaan dolar Amerika, tetapi dapat berasal dari perbaikan kecil dalam proses operasional. Oleh karena itu, target 10% pekerja memiliki inisiatif, dan setidaknya 30% di antaranya harus segera diterapkan dalam praktik, yang ditetapkan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Vietnam dalam Bulan Pekerja tahun ini, merupakan upaya untuk membangkitkan potensi kreativitas yang masih tersembunyi di kalangan pekerja Vietnam. Dalam tahap perkembangan saat ini, ketika keunggulan tenaga kerja murah tidak lagi relevan, inilah saatnya para pekerja menegaskan nilai mereka melalui keterampilan profesional dan penguasaan teknologi.
Bukti nyata dari tren ini adalah kian maraknya “pohon inisiatif” yang tumbuh di kalangan pelaku usaha. Contohnya, di Perusahaan Umum May 10, alih-alih hanya mengandalkan keterampilan manual dalam tahapan-tahapan yang sulit, tim teknis secara proaktif melakukan otomatisasi peralatan guna mengoptimalkan proses operasional. Mengenai solusi tersebut, Pham Van Thuan dari Departemen Elektro-Mekanik May 10 menyatakan: “Dengan perangkat ini, kami dapat melakukan pemrograman otomatis, sekaligus menentukan parameter dan spesifikasi untuk otomatisasi penuh. Cukup dengan satu kali menekan tombol, sistem akan berjalan secara otomatis sesuai program yang telah ditetapkan”.
Efektivitas dari perbaikan nyata seperti di Perusahaan May 10 menunjukkan bahwa ketika pekerja secara aktif menguasai teknologi, produktivitas kerja akan mengalami lompatan besar. Inovasi ini tidak lagi menjadi upaya yang terisolasi, tetapi telah menjadi pedoman utama dalam gerakan kompetisi di kalangan pekerja, khususnya di pusat ekonomi ibu kota Hanoi. Le Dinh Hung, Wakil Ketua Tetap Federasi Serikat Pekerja Kota Hanoi, mengatakan: “Gerakan inisiatif dan inovasi kreatif di kalangan pekerja serta pegawai negeri sipil di ibu kota telah terjaga konsistensinya selama bertahun-tahun di berbagai bidang. Gerakan ini juga terbukti efektif dalam mendorong para pekerja untuk berpartisipasi secara lebih aktif dan bertanggung jawab terhadap tugas mereka, khususnya di lingkungan unit kerja mereka, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja secara lebih baik”.
Membangun tenaga kerja “pekerja intelektual” untuk memenuhi tuntutan baru
Memasuki era kebangkitan, Vietnam tidak lagi mengejar pertumbuhan yang bergantung pada tenaga kerja murah, tetapi bertransformasi kuat menuju model ekonomi berbasis pengetahuan. Dengan lebih dari 170.000 pelaku usaha yang telah menerapkan perangkat digital dalam produksi sejak akhir tahun 2025, para pekerja kini dituntut untuk bertransformasi menjadi “pekerja intelektual” dan “tenaga kerja berketerampilan tinggi”.
Menurut Laporan Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index – GII) tahun 2025 dari Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), Vietnam merupakan salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan produktivitas kerja tercepat di dunia dalam satu dekade terakhir. Namun, untuk mewujudkan target masuk ke dalam kelompok tiga negara teratas di ASEAN dalam hal produktivitas pada tahun 2030, tenaga kerja di Vietnam harus menghadapi tuntutan pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan digital agar mampu beradaptasi dengan ekosistem “pabrik pintar”. Than Duc Viet, Direktur Jenderal Perusahaan Umum May 10, mengatakan: “Terkait produktivitas kerja, kami telah berinvestasi besar dalam pelatihan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik bagi para pekerja tidak langsung seperti teknisi, bidang teknologi, maupun pekerja produksi langsung. Selain itu, kami juga terus berinvestasi dalam transformasi digital selama beberapa tahun terakhir”.
Peningkatan produktivitas kerja akan membantu meningkatkan pendapatan riil. Saat ini, inovasi kreatif tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas/performa perusahaan, tetapi juga untuk melindungi “posisi” para pekerja itu sendiri di tengah pasar yang semakin kompetitif, terutama ketika kecerdasan buatan (AI) dan robot perlahan mulai menggantikan peran manusia pada beberapa tahapan proses produksi.
Peningkatan produktivitas kerja adalah jalan tercepat bagi Vietnam untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah. Namun, jalan tersebut perlu dibangun melalui sinergi tangan dan pikiran jutaan pekerja. Semua inisiatif mereka hari ini adalah fondasi paling kokoh untuk membangun Vietnam yang makmur dan beradab. Dengan demikian, Bulan Pekerja tahun 2026 membawa misi besar untuk menyalakan api kreativitas dalam diri setiap pekerja./.








