Dengan tema: “Persatuan-Demokrasi-Inovasi-Kreativitas-Pembangunan”, Kongres tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) sekaligus Presiden To Lam, Perdana Menteri (PM) Le Minh Hung, Ketua Majelis Nasional (MN) Vietnam, Tran Thanh Man serta 1.136 delegasi resmi yang mewakili berbagai lapisan masyarakat, kelompok etnis, agama, angkatan bersenjata, warga Vietnam di luar negeri dan para pejabat front tanah air dari berbagai tingkatan.
Dalam pidato bimbingannya dalam Kongres tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan lima kelompok tugas utama untuk dibahas, ditinjau dan diputuskan oleh Kongres dalam masa jabatan 2026-2031. Di antaranya, selalu mencamkan secara mendalam pedoman: “Rakyat adalah akar”, Rakyat adalah subyek dan pusat dari usaha pembaruan, serta pembangunan, sekaligus menjadi prinsip yang menyeluruh dalam seluruh kegiatan Front Tanah Air. Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta:
“Memikirkan kepentingan praktis bagi rakyat, memperkokoh konsensus masyarakat dari basis. Front Tanah Air harus terus memperbarui kegiatan-kegiatan kepedulian bagi masyarakat miskin, kelompok rentan, warga yang dilanda kesulitan, warga etnis minoritas, umat beragama, buruh, petani, perempuan, pemuda, orang lansia, anak-anak, kaum difabel, warga Vietnam di luar negeri yang tengah dilanda kesulitan. Front Tanah Air harus mengembangkan peran kemandirian masyarakat di lingkungan permukiman, membangun zona permukiman yang bersatu dan aman, mempunyai kehidupan yang cukup sandang cukup pangan dan berbahagia. Di samping itu perlu dikembangan membangun model swadaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, guna melindungi lingkungan, mendorong pendidikan dan talenta serta mewarat kaum lansia, melindungi anak-anak dan melestarikan identitas budaya”.
Laporan politik yang disampaikan Kongres memaparkan bahwa selama beberapa waktu terakhir, Front Tanah Air Vietnam terus menegaskan peran intinya dalam mengembangkan demokrasi, serta mewakili dan melindungi hak dan kepentingan yang sah dari rakyat. Bersamaan itu melaksanakan pengawasan dan kritik sosial, berpartisipasi dalam membangun Partai, dan pemerintahan, serta ikut mencegah dan memberantas korupsi, pemborosan dan penyelewengan. Di samping itu, guna menanggapi gerakan kompetisi “Berotong goyong menghapuskan rumah sementara dan rumah bobrok di seluruh negeri pada tahun 2025”, Front Tanah Air di berbagai tingkatan telah berupaya, bersama dengan Pemerintah dan berbagai tingkatan serta instansi terkait untuk menghaspuskan sebanyak 300.000 rumah sementara dan rumah bobrok. Secara khusus, Front Tanah Air Vietnam senantiasa memperkuat pembaruan aparatur organisasi, metode aksi dan meningkatkan kemampuankalangan pejabat Front Tanah Air di berbagai tingkatan.







