Lahir dan besar di Provinsi Soc Trang lama (sekarang Kota Can Tho), daerah subur dengan tradisi pertanian yang kental, Ho Quang Cua telah memupuk kecintaan terhadap tanaman padi sejak kecil. Setelah lulus dari jurusan budidaya tanaman pada tahun 1978, insinyur Ho Quang Cua menjalani berbagai posisi pekerjaan, mulai dari Departemen Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Kabupaten My Xuyen hingga menjabat sebagai Wakil Direktur Dinas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Provinsi Soc Trang.
Namun demikian, ia memilih jalan untuk terus bergelut di bidang penelitian dan persilangan varietas padi dengan harapan dapat membantu para petani keluar dari kesulitan dan mencapai taraf hidup yang lebih stabil.
“Proses pengembangan varietas padi kami sangatlah panjang. Bagaimana menciptakan varietas padi aromatik dengan masa tanam lebih singkat namun berkualitas lebih tinggi. Itulah tantangan pada masa itu demi membangun ekosistem padi–udang seperti sekarang”.
Sejak tahun 1990-an, insinyur Ho Quang Cua bersama rekan-rekannya memulai perjalanan persilangan varietas padi merek ST (singkatan dari Soc Trang). Sejak saat itu, lahirlah berbagai varietas padi seperti ST3, ST5, ST10, ST20, ST24 dan lainnya. Setiap varietas merupakan langkah maju dalam produktivitas, kualitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap kondisi tanah dan iklim setempat.
Namun, dibutuhkan lebih dari 20 tahun ketekunan, diwarnai berbagai percobaan keberhasilan dan kegagalan, hingga akhirnya ia bersama tim berhasil menciptakan terobosan nyata melalui ST25, varietas padi yang merupakan perpaduan sempurna antara cita rasa, kualitas, serta kemampuan adaptasi terhadap kondisi tanah dan iklim.
Hal yang paling berharga dari Pahlawan Buruh Ho Quang Cua bukan hanya pencapaian ilmiahnya, melainkan juga filosofi pertaniannya yang penuh dengan nilai kemanusiaan. Ia selalu memikirkan bagaimana “memasyarakatkan” padi aromatik, agar varietas padi berkualitas tinggi tidak hanya tumbuh di lahan yang subur, tetapi juga mampu berkembang di berbagai jenis tanah, termasuk wilayah dengan kandungan air asin yang keras dan menantang. Selain itu ia juga dengan sukarela berbagi teknik dan pengalaman kepada para petani, guna membangun kepercayaan diri dalam bercocok tanam serta meminimalkan risiko dalam produksi pertanian.
“Varietas padi baru di wilayah semenanjung Ca Mau telah membawa perubahan besar. Kehadiran padi ini membuat budidaya udang pun berkembang lebih stabil. Siapa pun yang mengelola lahan padinya dengan baik saat ini akan memperoleh pendapatan dari udang dan padi ST25 yang setara.”
Di tengah kekhawatiran akan dampak buruk perubahan iklim, ia dan rekan-rekannya terus tekun melakukan penyaringan dan analisis terhadap berbagai musim tanam padi. Hingga musim dingin-semi tahun ini, telah disepakati satu varietas baru yang memiliki masa pertumbuhan 5–7 hari lebih cepat dibandingkan dengan ST25 untuk menghindari datangnya banjir lebih awal.
“Kami terus melakukan penyaringan, dan juga telah melakukan berbagai percobaan pada beberapa musim tanam padi. Kemungkinan ada arah pengembangan varietas yang lebih awal sekitar 5 hingga 7 hari dibandingkan dengan ST25. Itulah arah kerja kami ke depan”.
Kontribusi yang konsisten dan berkelanjutan tersebut telah diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi. Ia menerima banyak Bintang jasa kerja dari berbagai tingkatan, serta dianugerahi gelar Pahlawan buruh pada tahun 2013. Khususnya, pada tahun 2021, ia dan tim penelitinya menerima Penghargaan Ho Chi Minh di bidang sains dan teknologi dari Partai dan Negara, yang merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di Vietnam. Namun bagi masyarakat daerah Nam Bo Barat, gelar yang paling dihargai untuknya adalah “ilmuwan para petani”.
Kontribusi dari Pahlawan Buruh Ho Quang Cua telah menjadi kehormatan dan kebanggaan besar bagi industri beras Vietnam. Le Thanh Tung, Wakil Harian Ketua sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Beras Vietnam, menyatakan:
“Vietnam telah tiga kali menempatkan beras ST25 dalam jajaran beras terbaik dunia. Kontribusi dalam penelitian dan pemuliaan varietas beras khas hingga menghasilkan ST25 oleh Pahlawan Buruh Ho Quang Cua sangat patut diapresiasi. Varietas ini memiliki aroma melati sekaligus wangi nanas. Di sini juga dilakukan persilangan dengan varietas asli Vietnam untuk menambahkan aroma beras muda. Keistimewaan itulah yang telah menciptakan varietas padi ST25, sebuah pekerjaan yang sangat sulit”.
Tidak berhenti di situ, Pahlawan Buruh Ho Quang Cua mengatakan bahwa ke depannya, kelompok penelitinya akan menciptakan varietas padi aromatik baru, serta membuka segmen beras fungsional, di mana nilai keberlanjutannya diharapkan dapat menjadi jauh lebih besar.
“Dalam waktu dekat, kelompok kami akan meneliti dan menghasilkan varietas padi aromatik yang memiliki khasiat medis serta telah diukur indeks GI (gula darahnya). Jika indeks GI berada pada tingkat sekitar 53,5, maka beras ini sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Varietas ini bahkan memiliki keunggulan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan varietas ST25”.
Kisah Pahlawan Buruh Ho Quang Cua merupakan bukti yang nyata betapa besarnya kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi ketika diterapkan secara langsung di lapangan. Dengan semangat, ketekunan, dan penelitian tanpa henti, Ho Quang Cua telah berhasil membawa merek beras Vietnam semakin dikenal luas hingga menjangkau pasar internasional.

.jpg)






