Pesan tersebut dikeluarkan di tengah dunia yang memasuki tahap yang tergantung pada teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang belum pernah ada.

Penjagaan arus informasi tidak sekadar masalah teknologi, tapi menjadi syarat vital terhadap perekonomian dan masyarakat modern. Dalam proses itu, AI sedang muncul sebagai “hati” yang mengoordinasikan seluruh ekosistem digital global. Keterkaitan antara AI dan telekomunikasi sedang membuka satu revolusi dalam manajemen infrastruktur digital. Meskipun memberikan banyak kepentingan besar, tapi intervensi AS yang semakin mendalam terhadap infrastruktur juga menimbulkan serentetan tantangan baru.

Di sebuah dunia yang terhubungkan secara intensif dan ekstensif seperti ini, perlindungan “urat nadi digital” tidak sekadar perlindungan jaringan internet atau data, tetapi melindungi pengoperasian biasa dari seluruh masyarakat. Dan itu juga menjadi tema Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia tahun ini yaitu: Membangun infrastruktur digital yang aman, berkelanjutan dan tidak ada siapa yang tertinggal di belakang pada era digital”.

Menghadapi tren global, Vietnam sedang memperkuat penerapan AI dalam pengembangan infrastruktur digital dan tranformasi digital nasional. Dengan Program transformasi digital nasional dan Strategi nasional tentang AI, beberapa perusahaan teknologi besar dari Vietnam bertahap mengubah sendiri dari pemasok layanan telekomunikasi tradisional ke pemasok platform digital dan teknologi pintar. Perusahaan-perusahaan seperti Viettel, VNPT, FPT atau MobiFone melaksanakan AI untuk mengoptimalkan operasional jaringan, menganalisis data besar dan meningkatkan kualitas layanan.