Pameran "Warna-Warni Budaya": Aliran Warisan di Jantungnya Kota Hanoi
17/05/2026 09:44
[VOVWORLD] - Pameran “Warna-warni budaya" di Museum Seni Rupa Vietnam sedang menjadi destinasi budaya yang wajib dikunjungi bagi pecinta sejarah maupun wisatawan.
Pameran “Warna-warni budaya”, yang diselenggarakan oleh Museum Seni Rupa Vietnam dan Museum Kinh Hoa, menghadirkan sudut pandang menyeluruh yang langka tentang sejarah Vietnam melalui lebih dari 130.000 artefak asli.
Acara ini menarik perhatian para peneliti internasional maupun wisatawan di Hanoi. Melalui setiap artefak, kisah tentang sebuah peradaban Asia Timur yang telah berusia panjang serta identitas budayanya disampaikan dengan cara yang paling autentik dan hidup.
Wisatawan internasional datang untuk berkunjung dan mempelajari sejarah serta budaya Vietnam melalui berbagai artefak kuno yang berharga. Foto:Thuy Tien/VOV
Mencakup tiga ruang tematik, pameran ini bagaikan sebuah kronik dalam bentuk artefak, yang menuntun pengunjung dari awal peradaban pertanian padi Dong Son, memasuki masa kejayaan berbagai dinasti feodal Dai Viet, hingga menyentuh keindahan mistis kerajaan Champa kuno.
Khususnya, di antara 130 artefak yang dipamerkan, kehadiran Harta Karun Nasional yang baru saja diakui oleh Pemerintah Vietnam pada tahun 2025 tidak hanya menegaskan upaya pelestarian warisan budaya di dalam negeri, tetapi juga menjadi kebanggaan untuk memperkenalkan kepada dunia mahakarya seni serta keterampilan tinggi dalam seni kerajinan masyarakat Vietnam kuno.
Baju zirah perunggu dari kebudayaan Dong Son, diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-1 SM hingga abad ke-1 Masehi. Menurut dokumen dari Direktorat Warisan Budaya, 16 artefak tersebut memiliki keseragaman dalam bentuk, ukuran, motif hias, serta posisi lubang pengikat, yang menunjukkan bahwa semuanya merupakan bagian dari satu set perlengkapan zirah yang sama.
Sendok perunggu yang dihiasi dengan ukiran motif yang sangat halus dan rumit.
Artefak asli tersebut berkontribusi dalam merekonstruksi kehidupan sehari-hari dan budaya masyarakat Vietnam kuno.
Salah satu sorotan utama pameran ini adalah patung potret Raja Ly Thanh Tong (abad ke-11) yang untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada publik.
Ruang pameran ini merekonstruksi arus budaya Vietnam mulai dari kebudayaan Dong Son, peradaban Dai Viet pada masa dinasti Ly-Tran-Le So, hingga kebudayaan Champa, dengan banyak artefak yang memiliki nilai sejarah dan seni yang istimewa. (Dalam foto: kepala patung Shiva dari perunggu yang berasal dari kebudayaan Champa, abad ke-11 – 12.)
Menurut panitia penyelenggara, “Warna-warni budaya” bukan sekadar sebuah pameran seni rupa. Pameran ini bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual mendalam yang diwariskan oleh para leluhur, membangkitkan rasa bangga nasional serta kesadaran untuk melestarikan warisan budaya..
Ini juga merupakan langkah penting yang menjadi fondasi bagi Vietnam dalam membangun sebuah museum modern berskala besar, dengan tujuan melestarikan warisan budaya secara lebih efektif serta mempromosikan budaya Vietnam ke seluruh dunia secara lebih luas.
Pameran “Wana-warni budaya” berlangsung hingga 19 Juni 2026.
Tag:
TAG
VOV/VOVWORLD/Pameran “Warna-warni budaya"/Museum Seni Rupa Vietnam/budaya masyarakat Vietnam