Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Hari Kemerdekaan bukan hanya menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk berbagi kegembiraan, tetapi juga merupakan saat untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan. Seluruh masyarakat diajak untuk mendoakan warga yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan berbagai wilayah lainnya di Indonesia.

Bersamaan dengan upacara yang berlangsung di Jakarta, sejumlah menteri dan pejabat pemerintah Indonesia juga mengunjungi daerah-daerah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur untuk mengikuti kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan bersama masyarakat, sekaligus memberikan arahan terkait upaya penanganan dan bantuan.

Terkait upaya penyelamatan dan evakuasi pascagempa, jalur darat, laut, dan udara dikerahkan secara bersamaan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi. Lebih dari 50.000 paket bahan pangan pokok yang disalurkan atas dukungan Presiden Prabowo telah dikirim ke Nusa Tenggara Timur. Sekitar 11 pesawat ditempatkan di Labuan Bajo dan Maumere untuk mendukung evakuasi medis darurat. Truk, kapal, dan feri juga dikerahkan untuk mengangkut bantuan ke wilayah-wilayah kepulauan.

Kepolisian Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebutkan bahwa hingga akhir 16 Agustus, sedikitnya 55 orang meninggal dunia dan hampir 200 orang mengalami luka-luka. Pihak berwenang memperingatkan bahwa jumlah korban dapat terus berubah karena proses pencarian dan pendataan kerusakan masih berlangsung.