Dalam pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyatakan bahwa Vietnam dan Pantai Gading perlu memperkuat kerja sama, meningkatkan pertukaran delegasi, kontak di berbagai tingkat, serta berbagi pengalaman di bidang legislasi.
Di bidang ekonomi, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta kedua negara untuk memperluas dan mendiversifikasi komoditas ekspor-impor, serta mencari solusi untuk menyeimbangkan neraca perdagangan bilateral. Ia juga meminta Pantai Gading untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi investor Vietnam untuk menanamkan modal di negara tersebut, khususnya di bidang pertanian, telekomunikasi, minyak dan gas, transformasi digital, keamanan siber, pertambangan dan pengolahan mineral, pengolahan hasil pertanian, pembangunan infrastruktur sipil, pelabuhan, kawasan perkotaan, serta kendaraan listrik.
Sementara itu, Ketua Parlemen Pantai Gading, Patrick Achi menilai Vietnam dan Pantai Gading dapat menjadi tujuan investasi bagi perusahaan-perusahaan Vietnam sekaligus menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar ke seluruh kawasan Afrika Barat.




