Program ini diselenggarakan oleh Surat Kabar Nhan Dan bersama Pemerintah Kota Ho Chi Minh, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Hari Nasional Vietnam pada 2 September.
Program diawali dengan upacara pengibaran bendera yang berlangsung khidmat. Barisan pengibar bendera dipimpin oleh Panji Kemenangan Angkatan Bersenjata, diikuti pasukan kehormatan yang terdiri atas 34 prajurit. Jumlah tersebut melambangkan 34 prajurit pertama Pasukan Propaganda Pembebasan Vietnam, cikal bakal Tentara Rakyat Vietnam.
Saat bendera nasional dikibarkan, para delegasi, seniman, dan penonton semuanya menyanyikan lagu kebangsaan Vietnam, “Tiến quân ca”.
Berbicara dalam acara tersebut, Kepala Redaksi Surat Kabar Nhan Dan, sekaligus Wakil Ketua Departemen Propaganda dan Pendidikan Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, dan Ketua Persatuan Wartawan Vietnam, Le Quoc Minh, menegaskan: “Kita sedang mendekati tonggak-tonggak bersejarah yang sakral: 100 tahun berdirinya Partai pada tahun 2030 dan 100 tahun berdirinya Negara pada tahun 2045. Jalan di depan masih penuh tantangan, namun kita pasti mampu mengatasinya, karena kita memiliki satu hal yang istimewa, yaitu: Tanah Air di dalam hati setiap orang. Semangat inilah yang menjadi benang merah yang mengalir sepanjang program seni malam ini. Mulai dari masa lalu yang gemilang dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan menyatukan tanah air, keyakinan yang teguh terhadap Partai Komunis Vietnam dan Presiden Ho Chi Minh, hingga rasa bangga, tekad untuk berkontribusi, serta aspirasi untuk membangun masa depan.
Program ini terdiri dari tiga bagian: “Non sông một dải” (Satu Tanah Air yang Utuh), “Sắc đỏ tự hào” (Merah Kebanggaan), dan “Tổ quốc trong tim” (Tanah Air di dalam Hati). Ketiga bagian tersebut mengisahkan kembali perjalanan perjuangan merebut kemerdekaan dan menyatukan tanah air, sekaligus menyampaikan aspirasi akan perdamaian, pembangunan, dan kemajuan di era baru melalui lagu-lagu yang telah melekat sepanjang perjalanan sejarah serta karya-karya kontemporer.
Selain itu, parade militer yang dilaksanakan oleh tentara, polisi, gerilyawan wanita Vietnam Selatan, dan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa turut menciptakan suasana artistik yang khidmat, heroik, namun tetap mudah diakses oleh publik.




