Sebuah sumber informasi diplomatik regional memberitahukan bahwa para perunding AS dan Iran tetap melaksanakan negosiasi dan belum menyepakati poin-poin terakhir. Saat diwawancarai oleh media The Times of Israel, sumber diplomatik tersebut menyatakan bahwa informasi yang menyatakan para perunding kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan “tidak mencerminkan realitas negosiasi saat ini secara akurat”.
Pernyataan tersebut bertentangan dengan informasi sebelumnya bahwa para perunding AS dan Iran telah mencapai kesepakatan terakhir terkait MoU. Secara spesifik, Laman Axios mengutip sumber-sumber informasi yang menuturkan bahwa para perunding AS dan Iran pada dasarnya telah menyelesaikan isu MoU yang berlaku selama 60 hari dan hanya menunggu persetujuan Presiden Donald Trump. Beberapa sumber informasi regional baru-baru ini memberitahukan bahwa negosiasi-negosiasi sedang difokuskan pada beberapa isu utama yaitu pemulihan kegiatan navigasi melalui Selat Hormuz, penghapusan blokade terhadap aset Iran, pembentukan mekanisme mengurangi keberadaan militer AS di kawasan dan pembuatan jadwal negosiasi selanjutnya mengenai program nuklir Iran.
Sementara itu, di lapangan, ketegangan belum menunjukan tanda-tanda mereda. AS baru-baru ini terus melancarkan serangan-serangan udara terhadap Iran Selatan dengan dalih “bela diri”. Di sisi lain, Iran menuduh AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan mengancam akan memberikan balasan keras jika serangan tersebut terus berlanjut. Dalam perkembangan terkait, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent pada Kamis (28 Mei) menyatakan bshwa AS akan mencegah maskapai-maskapai penerbangan Iran mendekati fasilitas pendaratan, pengisian bahan bakar dan penjualan tiket selama negosiasi masih mengalami jalan buntu.





