Negosiasi ini dilakukan menjelang berakhirnya masa gencatan senjata antara kedua pihak yang direncanakan pada 17 Mei.Isi negosiasi kali ini fokus mempertahankan gencatan senjata dan mengurangi ketegangan di kawasan perbatasan Lebanon-Israel. Ini merupakan putaran negosiasi ketiga antara kedua belah pihak dengan AS sebagai mediator.
Kalangan otoritas Lebanon memberitahukan bahwa negara ini akan mendorong penguatan gencatan senjata untuk menghentikan korban dan kerusakan infrastruktur di Lebanon akibat konflik. Sementara itu, pernyataan Kementerian Luar Negeri AS menunjukkan bahwa Washington menekankan permintaan memperluas hak kontrol Pemerintah Lebanon di seluruh wilayah dan mendorong proses perlucutan senjata terhadap Pasukan Hezbollah di Lebanon.
Di pihak lain, Hezbollah dengan tegas menolak pencantuman poin perlucutan senjata ke dalam negosiasi saat ini. Pemimpin gerakan tersebut, Naim Wassem menyatakan masalah senjata merupakan “urusan internal Lebanon” dan tidak berada dalam isu negosiasi dengan Israel.





