Acara ini berlangsung tepat satu tahun setelah diterbitkannya Resolusi 68-NQ/TW mengenai pengembangan ekonomi swasta. Selain itu, kegiatan ini juga bertepatan dengan periode transformasi besar di Vietnam seperti penggabungan unit administrasi tingkat provinsi dari 63 menjadi 34 daerah, peralihan ke model pemerintahan daerah dua tingkat, serta mendorong arah kebijakan untuk menjadikan ekonomi swasta sebagai motor penggerak penting dari perekonomian.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua VCCI, Ho Sy Hung menegaskan bahwa ini adalah pertama kalinya VCCI merilis Laporan Ekonomi Swasta Vietnam. Laporan ini tidak hanya mengukur kualitas “input kelembagaan”, tetapi juga mengukur “output pasar”, yaitu kemampuan nyata perusahaan untuk naik dalam rantai nilai.

Ketua VCCI Ho Sy Hung menyampaikan beberapa pesan utama dari laporan tersebut, yaitu: “Pertama, sektor ekonomi swasta Vietnam telah melewati fase bertahan dan kini siap untuk melesat. Kedua, reformasi kelembagaan telah berada di jalur yang tepat, namun kesenjangan antara desain kebijakan di tingkat pusat dan kapasitas pelaksanaannya di tingkat daerah masih sangat besar. Inilah ruang reformasi terpenting saat ini. Ketiga, untuk mencapai target 2 juta perusahaan pada tahun 2030, kita harus beralih dari pola pikir pengelolaan menuju pola pikir pendampingan, dari sekadar mengurangi beban prosedur menuju penciptaan daya saing”.

Bersamaan dengan laporan tersebut, untuk pertama kalinya VCCI juga mengumumkan Indeks Efektivitas Ekonomi Swasta (BPI) dengan 23 indikator. Indeks ini fokus pada pengukuran perkembangan sektor swasta dan kapasitas inovasi. Hasil uji coba BPI 2025 menunjukkan bahwa Kota Ho Chi Minh menempati posisi pertama dengan skor 5,67, disusul oleh Hanoi dan Quang Ninh. Menurut laporan tersebut, gambaran ekonomi swasta tahun 2025 menunjukkan banyak sinyal positif, dengan jumlah perusahaan yang masuk ke pasar meningkat secara rekor.