Panitia menyatakan bahwa Perjalanan ini bukan sekadar kegiatan promosi kuliner, melainkan juga bertujuan untuk menyebarkan nilai budaya Vietnam ke kancah dunia. Seniwati Le Thi Thiet, Wakil Ketua Asosiasi Budaya Kuliner Vietnam sekaligus Ketua Asosiasi Budaya Kuliner Provinsi Ninh Binh, mengatakan:
“Tim seniman dan koki kami mengemban misi untuk menyampaikan identitas warisan kuliner. Terlebih saat ini dokumen Pho sedang difinalisasi untuk diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Setiap mangkuk Pho yang disajikan di Eropa akan menjadi bukti nyata bagi nilai sejarah, dan vitalitas kuliner Vietnam yang abadi. Melalui perjalanan ini, kami berharap bahwa budaya kuliner akan menjadi jembatan yang kuat sekaligus mendukung promosi pariwisata dan citra nasional”.
Pada kesempatan ini, Panitia juga mencanangkan model "Roadshow terbuka". Model ini memacu komunitas Vietnam dan restoran- restoran di Eropa untuk bersama-sama berpartisipasi dalam mempromosikan Pho Vietnam melalui kegiatan-kegiatan lokal.





