Selama pembicaraan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan bahwa dengan perekonomian yang dinamis, serta kepemilikan atas Terusan Panama dan perannya sebagai pusat regional untuk konektivitas maritim, udara, logistik dan keuangan, Panama bersama dengan Vietnam dapat berperan sebagai gerbang perdagangan dan logistik antara Asia Tenggara dan Amerika Latin. Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara dapat memanfaatkan potensi kerja sama di bidang perdagangan, pertanian, maritim, penerbangan, logistik dan transformasi digital secara efektif, mendorong hubungan bilateral agar berkembang ke arah yang semakin substansial, efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden Panama Jose Raul Mulino mengucapkan terima kasih kepada Vietnam karena telah menjadi negara pertama yang menandatangani Protokol tentang Kenetralan Permanen Terusan Panama (1979), menegaskan bahwa Panama memandang Vietnam sebagai mitra prioritas utama di kawasan Asia-Pasifik dan siap bertindak sebagai pintu gerbang untuk menghubungkan Vietnam dengan kawasan perekonomian Amerika Latin.

Dalam rangka kunjungan resminya Presiden Panama ke Vietnam, pada Selasa malam (6 Oktober), di Kota Hanoi, Sekjen sekaligus Presiden To Lam beserta Ibu Negara mengadakan resepsi untuk menyambut Presiden Republik Panama Jose Raul Mulino dan Ibu Negara.

Dalam pidatonya di resepsi tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan: “Hubungan antara kedua negara dan rakyatnya dibangun di atas fondasi perasaan yang tulus dan saling menghormati, dan akan selalu memiliki vitalitas yang abadi. Melihat kembali setengah abad terakhir, kita dapat berbangga dengan apa yang telah dibangun bersama oleh Vietnam dan Panama. Ke depan, saya percaya kita dapat mencapai lebih banyak lagi. Semoga Panama terus menjadi jembatan yang mendekatkan Vietnam ke Amerika Latin dan Karibia. Semoga Vietnam menjadi jembatan yang mendekatkan Panama ke Asia Tenggara. Dan semoga pemahaman dan persahabatan antara kedua bangsa terus menjadi fondasi bagi kedua negara untuk membuka peluang baru demi kesejahteraan rakyat kedua negeri, serta demi perdamaian, kerja sama dan pembangunan di kedua kawasan.

Dalam tanggapannya, Presiden Republik Panama Jose Raul Mulino menyatakan keyakinan bahwa kedua negara dapat memanfaatkan banyak potensi kerja sama lainnya, menegaskan bahwa pintu masuk Panama selalu terbuka luas untuk Vietnam; dan menyatakan tekad untuk memperkuat hubungan di segala bidang.