Selama musim kemarau 2025 - 2026, Tim K52 di bawah Komando Militer Provinsi Gia Lai berhasil mengatasi berbagai tantangan berupa medan yang sulit dan cuaca ekstrem di tiga provinsi di Kamboja, yaitu Ratanakiri, Stung Treng, dan Preah Vihear. Tim tersebut telah melakukan peninjauan di 139 kecamatan serta berhasil menemukan dan memulangkan 18 kerangka para martir.
Sementara itu, di wilayah Provinsi Gia Lai, pasukan berwenang telah melakukan survei di 35 lokasi prioritas dan berhasil menemukan serta memulangkan 27 kerangka para martir. Khusus dalam Kampanye 500 Hari Siang dan Malam, Provinsi Gia Lai telah meninjau 119 taman makam martir, dan memperbarui data hampir 42.000 makam, yang di antaranya hampir 12.000 makam belum memiliki informasi identitas. Selain itu, tim di daerah juga telah berhasil mengumpulkan lebih dari 2.700 sampel DNA.
Nguyen Thi Thanh Lich, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi sekaligus Ketua Komite Pengarah 515 Provinsi Gia Lai, menegaskan: “Ini merupakan tanggung jawab politik. Kita tidak boleh takut akan kesulitan dan rintangan. Kita harus berupaya dengan segala cara, menggunakan metode yang paling efektif, serta menunjukkan usaha dan tekad yang setinggi-tingginya agar kerangka para martir dapat segera dipulangkan dan dimakamkan secara layak di taman makam martir. Pada saat yang sama, proses identifikasi identitas harus segera diselesaikan agar mereka dapat secepatnya kembali ke keluarganya.”
Di Provinsi Truyen Quang, dari 22 - 26 Juli, Keamanan Publik Provinsi berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait mendirikan tiga pos serta menyiapkan 18 lokasi pengambilan sampel DNA bagi lebih dari 3.900 anggota keluarga para martir yang identitasnya hingga kini belum dapat dipastikan.
Menurut data statistik, Provinsi Tuyen Quang memiliki 24 taman makam martir dengan total 4.265 makam, yang di antaranya 162 makam masih memerlukan identifikasi melalui uji DNA. Hingga saat ini, pengambilan sampel telah dilaksanakan di 10 taman makam martir.





