Pada pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyatakan keinginan untuk lebih memperkuat kerja sama komprehensif antara parlemen kedua negara. Kedua belah pihak sepakat untuk terus memperdalam lebih lanjut hubungan Kemitraan strategis komprehensif; dan meningkatkan kerja sama di bidang-bidang yang baru muncul dan potensial seperti transformasi digital, ekonomi hijau, transisi energi bersih, teknologi baru, inovasi kreatif, dll.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta parlemen kedua negara untuk terus berkoordinasi memperkuat pertukaran delegasi tingkat tinggi, kelompok legislator muda, kelompok legislator perempuan, dan berbagai komisi bawahan. Ia juga menekankan perlunya meningkatkan kerja sama dan berbagi pengalaman dalam pembangunan institusi, menyempurnakan sistem perundang-undangan, dan memberlakukan kebijakan dan undang-undang di bidang-bidang baru dalam proses pembangunan masing-masing negara.