Pada konferensi pers tersebut, Wakil Kepala Kantor Presiden Can Dinh Tai telah mengumumkan Keputusan Presiden tentang pemberian amnesti tahun 2026 untuk 9.950 narapidana yang sedang menjalani hukuman penjara dan memenuhi syarat amnesti. Ini merupakan peristiwa yang memiliki makna politik, hukum dan kemanusiaan yang mendalam, menunjukkan keseriusan hukum dan tradisi humanistik bangsa.

Wakil Kepala Kantor Presiden menekankan bahwa selama beberapa tahun terakhir, sebagian besar naripidana yang diberikan amnesti telah dengan cepat menstabilkan kehidupan, aktif bekerja dan berproduksi, mematuhi hukum dengan baik, dan menjadi warga negara baru. Hal ini menegaskan efektivitas pekerjaan pendidikan dan rehabilitasi narapidana, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap nilai-nilai kemanusiaan hukum Vietnam.

Juga pada konferensi pers tersebut, Letnan Jenderal Le Van Tuyen, Wakil Menteri Keamanan Publik menyatakan bahwa ada 63 narapidana yang memiliki kewarganegaraan asing diberikan amnesti dalam gelombang ini.