Pada temu kerja tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan lima pandangan besar. Pertama, menetapkan industri material sebagai sektor industri fundamental dan strategis dalam proses industrialisasi dan modernisasi negara. Kedua, pembangunan perlu difokuskan, tidak tersebar, dan diorganisasikan menjadi tiga tingkatan (material dasar perlu dijaga dan ditingkatkan; material strategis perlu difokuskan untuk mencapai terobosan; dan material masa depan perlu dipersiapkan sejak dini).

Ketiga, beralih secara kuat dari eksploitasi sumber daya alam ke pengolahan mendalam, menguasai teknologi, dan meningkatkan nilai tambah domestik. Keempat, menjadikan sains dan teknologi, standar, sumber daya manusia berkualitas tinggi, dan pelaku usaha Vietnam sebagai pilar pembangunan. Kelima, mengembangkan industri material menurut arah yang hijau, berkelanjutan, dan mandiri, berdaya saing internasional, sejalan dengan komitmen internasional tetapi melindungi kepentingan nasional di atas segalanya.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam menugaskan Komite Partai Pemerintah untuk memimpin dan mengarahkan penelitian dan penyusun Strategi Pengembangan Industri Material Vietnam hingga tahun 2030, dengan visi hingga tahun 2045, untuk diberlakukan sesegera mungkin. Strategi tersebut harus mengikuti haluan besar Partai mengenai industrialisasi, modernisasi, sains dan teknologi, inovasi kreatif, transformasi digital, transformasi hijau, pengembangan ekonomi swasta, menjamin keamanan energi, pertahanan, keamanan, dan integrasi internasional.