Tujuan utamanya adalah menciptakan perubahan kuat, meningkatkan efektivitas nyata dalam upaya pencegahan dan pemberantasan pelanggaran hak kekayaan intelektual, sekaligus berkontribusi membangun lingkungan investasi dan bisnis yang transparan, sehat, serta meningkatkan reputasi nasional dalam integrasi internasional.

Operasi intensif ini berlangsung dari 7 Mei 2026 hingga 30 Mei 2026, dengan fokus membongkar situs web dan organisasi yang mengoperasikan situs pelanggaran hak cipta daring dengan jumlah akses besar serta menindak tegas pelanggaran hak cipta film, musik, permainan elektronik; pelanggaran hak milik industri dan peredaran barang palsu.

Perubahan yang terlihat

Dalam pelaksanaan kampanye ini, Kementerian Industri dan Perdagangan menginstruksikan aparat pengelola pasar untuk meningkatkan pemeriksaan, pengawasan, pemantauan, serta penindakan tegas terhadap kasus pelanggaran hak kekayaan intelektual, khususnya hak milik industri dan barang palsu bermerek, dengan target jumlah kasus yang ditangani meningkat sedikitnya 20% dibanding Mei tahun lalu. Wakil Direktur Direktorat Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Domestik, Kementerian Industri dan Perdagangan, Nguyen Thanh Binh, mengatakan:

Kementerian Industri dan Perdagangan menugaskan Direktorat Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Domestik, khususnya divisi operasional pengawasan pasar, untuk meningkatkan pemeriksaan secara intensif selama Mei dan bulan-bulan berikutnya. Kementerian juga telah memasukkan rencana revisi ordonansi pengelolaan pasar ke dalam agenda penyusunan regulasi hukum tahun 2027.”

Dalam operasi intensif pencegahan dan penindakan pelanggaran hak kekayaan intelektual di jalur pelabuhan laut, penerbangan, dan pintu perbatasan, Kementerian Keuangan menginstruksikan otoritas bea cukai untuk berkoordinasi erat dengan instansi terkait. Langkah ini dilakukan guna memperketat pemeriksaan barang ekspor-impor lintas batas; serta secara proaktif menangguhkan proses kepabeanan terhadap barang yang memiliki indikasi jelas sebagai barang palsu terkait hak kekayaan intelektual. Wakil Kepala Subdirektorat Investigasi Anti Penyelundupan dan Kecurangan Perdagangan Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan, Dang Thanh Dung, menyatakan:

Kementerian Keuangan dan Direktorat Bea Cukai telah melaksanakan secara tegas rencana prioritas utama terkait transshipment ilegal, barang palsu, dan barang yang melanggar hak kekayaan intelektual. Kami berupaya keras agar selama Mei jumlah kasus pelanggaran hak kekayaan intelektual dan barang palsu yang ditangani meningkat sedikitnya 20%.”

Sementara itu, di platform digital, kampanye pengetatan terhadap pelanggaran hak cipta, hak kekayaan intelektual, dan aset digital dipandang sebagai cerminan perubahan cara pandang terhadap hak cipta digital di Vietnam saat ini. Menanggapi kampanye tersebut, banyak situs web secara serentak menghentikan operasionalnya. Sejumlah platform bahkan secara terbuka mengumumkan “kepatuhan terhadap hukum Vietnam”.

Cerminan tata kelola modern

Operasi intensif penanganan pelanggaran hak kekayaan intelektual secara nasional kali ini menegaskan pesan kuat tentang penciptaan arena persaingan yang adil bagi pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara sah dan patuh hukum. Langkah ini juga mencerminkan perubahan dalam metode pengelolaan negara terhadap konten pelanggaran hak cipta, terutama di lingkungan digital. Jika sebelumnya pendekatan lebih bersifat reaktif, menangani kasus per kasus atau banyak bergantung pada permintaan pemegang hak, kini polanya bergeser menuju pengelolaan yang lebih proaktif, terpusat, dan bersifat kampanye.

Selain itu, keterlibatan langsung Pemerintah menunjukkan bahwa persoalan hak cipta tidak lagi dipandang sebagai urusan sektoral kementerian tertentu, melainkan bagian dari strategi pengembangan ekonomi digital dan lingkungan investasi. Sikap Vietnam yang semakin tegas dalam penegakan hak kekayaan intelektual ini dipastikan akan memperkuat kepercayaan investor internasional terhadap pasar teknologi dan konten digital di dalam negeri./.