Dalam pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan perlunya memandang kesehatan dan kebugaran fisik masyarakat sebagai sebagian dari kekuatan nasional; serta mengembangkan olahraga yang dikaitkan dengan strategi pembangunan manusia, kualitas penduduk dan sumber daya manusia.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata perlu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk menyusun seperangkat indikator mengenai kebugaran fisik, tingkat aktivitas fisik dan kemampuan akses terhadap olahraga, terutama bagi anak-anak, pelajar, pekerja dan lansia.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta untuk memperhatikan olahraga di sekolah, menyediakan ruang untuk aktivitas fisik dalam perencanaan perkotaan, kawasan industri, dan kawasan permukiman. Pada saat yang sama, investasi dalam olahraga berprestasi tinggi perlu diperbarui dalam jangka panjang, mulai dari penemuan, seleksi, pelatihan, hingga kompetisi, perawatan dan pembangunan kekuatan atlet penerus.