Ia telah mewarnai ratusan foto serta berbagai video wawancara tokoh-tokoh sejarah, di antaranya berbagai cuplikan film berharga tentang Presiden Ho Chi Minh. Karya-karyanya menjadi “jembatan” yang menghubungkan generasi muda dengan masa lalu dan sejarah secara menarik dan visual.
Itulah potongan dari video wawancara Presiden Ho Chi Minh dengan seorang jurnalis dari Kantor Radio dan Televisi Prancis (ORTF) pada tahun 1964. Berbeda dengan cuplikan aslinya yang berwarna hitam putih, video ini kini tampil hidup dan tampak nyata setelah melalui proses restorasi. Ini merupakan karya dari Vien Hong Quang yang dirilis kepada publik pada tahun 2020, bertepatan dengan peringatan HUT ke-130 lahirnya Presiden Ho Chi Minh (19 Mei 1890 – 19 Mei 2020).
Sejak diunggah ke berbagai platform media sosial, video ini menarik ribuan komentar yang mengagumi keahlian sang kreator. Setelah enam tahun berkarya, kini, jumlah film dan foto tentang Presiden Ho Chi Minh yang telah berhasil direstorasi telah mencapai ratusan karya. Di balik setiap cuplikan video dan foto tersebut terpancar rasa cinta Vien Hong Quang kepada Presiden Ho Chi Minh secara khusus, serta penghargaan yang mendalam terhadap sejarah bangsa secara umum.
Vien Hong Quang mengatakan: “Ide untuk merestorasi cuplikan film tentang Presiden Ho Chi Minh ini dimulai 6 enam tahun lalu. Saat itu saya secara tidak sengaja mengetahui sebuah proyek dari anak-anak muda di luar negeri yang meneliti restorasi foto hitam putih menggunakan kecerdasan buatan. Saat itu, saya berpikir: mengapa tidak mencoba melakukan hal yang sama, bukan hanya pada foto, tetapi juga pada cuplikan film pendek? Saya kemudian merestorasi cuplikan wawancara Presiden Ho Chi Minh dengan gambar- gambar berwarna”
Mengenai video pertamanya, Vien Hong Quang mengatakan bahwa ia masih belum puas dengan kerapian hasilnya kala itu, meskipun ia telah berusaha semaksimal mungkin. Restorasi warna seperti ini memang sering kali menghadapi kesalahan dalam ketepatan warna. Oleh karena itu, Quang membaca banyak dokumen referensi teknis, mempelajari lebih dalam berbagai sumber sejarah, belajar secara mandiri melalui komunitas dan forum, baik dalam maupun luar negeri, serta bertanya kepada generasi sebelumnya untuk memahami konteks sejarah dengan lebih tepat. Sedikit demi sedikit, cuplikan-cuplikan film berwarna tentang Presiden Ho Chi Minh mulai ia unggah ke media sosial. Setiap video tersebut selalu sukses meraih puluhan ribu tayangan. Ia kembali berbagi cerita: “Pada saat itu, di Vietnam, bidang ini masih sangat baru. Untuk dapat melakukannya, saya harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk meneliti bagaimana cara meningkatkan kualitas gambar. Setelah 2 tahun penelitian, saya berhasil menyempurnakan proses restorasi, sehingga kualitas gambar menjadi lebih baik dan alur kerjanya pun jauh lebih efisien. Di masa-masa sulit tersebut, ada orang-orang yang terus menemani dan membantu saya, dan saya sangat menghargainya”.
Restorasi materi arsip lama bukanlah pekerjaan yang mudah bagi siapa pun. Memahami “warna” dari masa lalu merupakan hal yang sangat penting. Konteks sejarah dalam setiap dokumen membutuhkan ketepatan dalam pemilihan rona warna dan lapisan visual, khususnya memerlukan pemahaman tentang teknik pewarnaan film pada masa lalu dan keterbatasan teknologi pada waktu itu, agar dapat memperbaiki berbagai kekurangan yang ada.
Mulai dari lanskap, warna pakaian pada masa lalu hingga warna kulit serta ekspresi para tokoh sejarah, semuanya perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan cermat. Cuplikan film yang telah diwarnai mungkin tidak lagi memiliki nilai sebagai arsip murni, tetapi memiliki nilai komunikasi yang sangat besar. Di tengah pesatnya perkembangan media sosial saat ini, gambar berwarna yang estetis dan tajam menjadi jembatan agar masyarakat dapat menyelami sejarah dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami. Phuong Thao, seorang warga Kota Hanoi, mengungkapkan: “Saat melihat cuplikan film hasil restorasi Quang, saya merasa sangat terharu. Hasilnya sangat luar biasa. Dulu, kami hanya mendengar cerita tentang Presiden Ho Chi Minh melalui kisah-kisah, dan melihat beliau hanya lewat foto-foto diam saja. Ketika menonton video, saya merasa Presiden Ho Chi Minh menjadi lebih dekat, lebih nyata, dan seolah-olah sejarah sedang hadir tepat di depan mata. Upaya menghadirkan kembali cuplikan film tentang Presiden Ho Chi Minh ini akan membantu generasi muda lebih mudah mengakses, lebih peduli, dan lebih menghargai nilai-nilai sejarah bangsa”.
Dengan upayanya, Vien Hong Quang berharap dapat memberikan kontribusi kecil bagi khazanah materi arsip sejarah bangsa, agar sejarah gemilang Vietnam tetap abadi seiring dengan perkembangan tanah air.








