Hal yang patut diperhatikan, beberapa daerah mengalami lonjakan yang cukup signifikan, sehingga mengubah peringkat pertumbuhan PDRB secara drastis jika dihitung selama sembilan bulan dibandingkan dengan hasil pada semester pertama tahun ini. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa target pertumbuhan yang tinggi telah memberikan dampak positif terhadap tata kelola, yang semakin terkait erat dengan tanggung jawab setiap provinsi, kota, serta setiap tingkatan pemerintahan.
Geliat Pertumbuhan dari Berbagai Daerah
Kelompok lima provinsi dan kota yang memiliki laju pertumbuhan PDRB tertinggi selama sembilan bulan pertama tahun 2026 masih didominasi oleh daerah-daerah yang berada dalam sepuluh besar provinsi dan kota dengan kenaikan PDRB tertinggi pada semester pertama.
Memimpin peringkat tersebut adalah Kota Quang Ninh dengan tingkat pertumbuhan PDRB sembilan bulan mencapai 12,54 persen. Khususnya, pada kuartal III, Kota Quang Ninh mencatatkan kenaikan yang mengesankan sebesar 15,04 persen. Laju pertumbuhan yang kuat dari Quang Ninh berasal dari sinergi berbagai pendorong, seperti: pengucuran modal investasi publik, serta aktivitas sektor manufaktur industri maupun sektor pariwisata yang bergairah, yang pada akhirnya mendorong perkembangan sektor jasa kuliner, akomodasi, perjalanan, transportasi dan sebagainya. Nguyen Thuy Yen, Wakil Direktur Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata kota Quang Ninh, menyampaikan:
“Memberikan rekomendasi secara komprehensif terkait berbagai solusi dari diseminasi informasi dan komunikasi hingga penyusunan mekanisme serta kebijakan untuk pengembangan produk wisata dan infrastruktur serta beberapa isu lainnya guna menjadikan pariwisata Quang Ninh semakin modern dan berkelas”.
Berada di bawah Kota Quang Ninh adalah Provinsi Ha Tinh, Kota Hai Phong, Kota Bac Ninh dan Provinsi Ninh Binh. Lima besar daerah dengan pertumbuhan PDRB tertinggi selama sembilan bulan pertama ini seluruhnya mencatatkan angka di atas 11 persen. Ini merupakan laju pertumbuhan yang sangat kuat dibandingkan dengan semester pertama tahun ini.
Tumpuan-Tumpuan Baru
Hal yang patut diperhatikan dalam panorama pertumbuhan ekonomi adalah munculnya tumpuan-tumpuan baru. Kapasitas produksi meningkat, berbagai proyek besar mulai menunjukkan efektivitasnya, sektor jasa mulai pulih, investasi publik dipercepat, beberapa kendala berhasil diatasi secara bertahap. Saat banyak daerah secara serentak menciptakan dorongan ekonomi, fondasi pertumbuhan secara keseluruhan akan menjadi lebih tangguh.
Hasil ini menjadi kian bermakna saat Vietnam menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini mencapai 10 persen atau lebih. Pusat-pusat ekonomi besar, seberapa pun skala dan daya tariknya, akan sulit menopang seluruh beban pertumbuhan yang ditargetkan. Oleh karena itu, kontribusi dari setiap provinsi dan kota berdasarkan potensi pertumbuhan, keunggulan, dan sumber daya yang dimiliki menjadi sangat penting.
Hal baru tahun ini terletak pada cara pembagian tugas dan penyelenggaraannya di lapangan. Resolusi Pemerintah nomor 169/NQ-CP mengenai target pertumbuhan daerah pada tahun 2026 telah mengkonkritkan tanggung jawab 34 provinsi dan kota melalui 32 indikator sosial, ekonomi dan lingkungan yang diterapkan sepanjang tahun maupun untuk periode 2026-2030.
Dalam panorama tersebut, Undang-Undang tentang Pengembangan Perkotaan yang resmi berlaku sejak 1 Oktober 2026 juga turut menciptakan payung hukum untuk mengoptimalkan sumber daya dan menciptakan momentum percepatan pembangunan. Wakil Ketua Majelis Nasional (MN) Vietnam, Nguyen Khac Dinh saat mengevaluasi UU tersebut dalam Sidang Komite Tetap MN (pada Juli 2026 menuturkan:
“Model desentralisasi dalam Rancangan Undang-Undang ini menerapkan prinsip desentralisasi yang lebih kuat dan lebih menyeluruh kepada daerah, dengan mengusung prinsip daerah yang bekerja, daerah pula yang bertanggung jawab. Namun, hal itu tetap harus menjamin kesatuan administrasi nasional dan prinsip pelaksanaan kekuasaan negara yang diatur dalam Undang-Undang Dasar. Beberapa ketentuan mengenai mekanisme dan kebijakan untuk mendorong pengembangan perkotaan secara khusus telah diselaraskan agar benar-benar bersifat spesifik dan unggul”.
Panorama pertumbuhan selama sembilan bulan pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa daya lenting ekonomi di berbagai daerah tengah terus memperkuat diri secara nyata. Bulan-bulan terakhir tahun ini akan menjadi periode yang menentukan, yang menuntut daerah-daerah untuk terus memupuk pendorong yang sedang ada, memanfaatkan tumpuan-tumpuan baru guna mempercepat investasi, memperluas produksi, serta mengoptimalkan sektor-sektor yang masih memiliki ruang pertumbuhan./.








