Keputusan ini diambil di tengah konflik antara pasukan AS dan Iran yang semakin sengit di medan perang Teluk.

Sebelumnya, tentara AS mengumumkan telah menyerang sistem radar dan pusat kendali drone Iran di pulau Garuk dan Qeshm dekat Selat Hormuz pada tanggal 30 dan 31 Mei. Serangan tersebut diklaim sebagai balasan atas tindakan provokatif Teheran. Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan rudal ke pangkalan AS di Kuwait.

Pada Senin (1 Juni), dalam wawancara dengan CNBC, Presiden Trump menyatakan bahwa Iran belum secara resmi mengumumkan kepada AS tentang penghentian negosiasi. Dalam pesan lain yang diunggah di media sosial pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa kontak dengan Iran terus berlanjut dengan cepat, meskipun ada informasi bahwa Iran telah menghentikan negosiasi.