Menurut Menlu Le Hoai Trung, dalam kunjungan tersebut, para pemimpin Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina sepakat untuk membentuk mekanisme kerja sama baru. Hal ini menunjukkan kepercayaan politik dan kerja sama yang mendalam; yang secara komprehensif memperkuat dan mempromosikan kerja sama dinamis dan efektif antara Vietnam dengan ketiga negara tersebut melalui berbagai kanal: Partai, Negara, Parlemen, dan pertukaran antar masyarakat.
Selain itu, kunjungan tersebut juga meningkatan ikatan dan konektivitas antara Vietnam dengan negara-negara lain, termasuk negara-negara anggota ASEAN, mendorong terobosan dan perkembangan kualitatif baru di berbagai bidang kerja sama antara Vietnam dan ketiga negara tersebut seperti pertahanan dan keamanan, ekonomi, perdagangan, investasi, sains teknologi dan inovasi kreatif, kebudayaan, pendidikan dan pelatihan, serta pariwisata.
Poin penting lainnya adalah pidato pembukaan yang disampaikan oleh Sekjen sekaligus Presiden To Lam pada Dialog Shangri-La. Pidato ini secara jelas menunjukkan perspektif Vietnam mengenai situasi global saat ini; menegaskan kembali kebijakan konsisten yang selalu menghargai hubungan dengan negara-negara tetangga dan negara-negara ASEAN. Pidato ini juga menunjukkan peran Vietnam yang proaktif, positif, dan bertanggung jawab dalam meningkatkan solidaritas dan sentralitas ASEAN, serta menjaga perdamaian, stabilitas, kerja sama, dan pembangunan di kawasan.





