Pembicaraan tersebut berangsung pada saat kedua Wakil PM tersebut menghadiri Pekan Raya Tiongkok-ASEAN (CAEXPO) dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdagangan-Investasi Tiongkok-ASEAN (CABIS) yang ke-23.
Dalam pembicaraan tersebut, Wakil PM Tetap Pham Gia Tuc meminta Tiongkok memfasilitasi ekspor hasil pertanian Vietnam ke Tiongkok. Di samping itu, Beliau meminta Tiongkok untuk terus bekerja sama dalam bidang karantina secara intensif dan ekstensif, serta segera menandatangani MoU mengenai pengumuman Vietnam sebagai negara tematik utama dalam kegiatan : “Berbagi pasar besar – Ekspor Tiongkok” tahun 2027.
Terkait perdagangan dan konektivitas, Vietnam meminta segera membentuk berbagai zona kerja sama ekonomi lintas batas dan penerapan model koridor pintar. Pada saat yang sama dapat memperkuat kerja sama sains-teknologi, pelatihan sumber daya manusia, transfer teknologi dan percepatan berbagai proyek bantuan untuk Vietnam.
Di sisi lain, Wakil PM Tetap Tiongkok, Ding Xuexiang menegaskan bahwa Tiongkok siap mendorong berbagai kerja sama substansial untuk terus mencapai kemajuan, mempercepat pembangunan jalur-jalur kereta api berstandar yang menghubungkan dengan kedua negara dan menghubungkan jalur kerata api Tiongkok-Eropa. Tiongkok juga bersedia bersama dengan Vietnam membangun rantai pasokan dan rantai produksi yang stabil serta mempercepat pelaksanaan model koridor pintar dan zona ekonomi lintas batas.
Sebelumnya, pada 16 September di Provinsi Guangxi, Wakil PM Tetap Pham Gia Tuc menerima pimpinan beberapa grup besar Tiongkok seperti Huawei, Grup Pembangunan Perhubungan Tiongkok dan Grup Pembangunan Energi Tiongkok.
Pada Kamis (17 September, Wakil PM Tetap Pham Gia Tuc mengepalai delegasi tingkat tinggi Vietnam untuk menghadiri Upacara Pembukaan CAEXPO dan KTT CABIS yang ke-23. Sehubungan dengan kesempatan ini, Wakil PM Tetap Pham Gia Tuc menekankan 4 usulan kerja sama Tiongkok-ASEAN.





