Usulan tersebut dikeluarkan di tengahsituasi Uni Eropa yang sedang menghadapi tantangan keamanan, ekonomi, dan teknologi yang semakin besar.

Di depan Parlemen Eropa di Strasbourg (Prancis), Ursula von der Leyen menilai bahwa Eropa memerlukan mekanisme yang serupa dengan Fakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengoordinasikan respons terhadap gangguan pesawat nirawak (UAV), sabotase, dan serangan siber. Mengenai AI, Presiden EC menyerukan pentingnya pengendalian laju perkembangan model-model AI paling mutakhir, yang juga dikenal sebagai model AI "pelopor" karena kapasitasnya yang semakin besar dapat menimbulkan risiko yang belum pernah ada sebelumnya.

Mengenai migrasi, Presiden EC menyatakan bahwa Uni Eropa akan mengusulkan Mekanisme tanggap darurat Eropa untuk membantu negara-negara anggota menangani gelombang migrasi skala besar. Isu penting lainnya yang patut diperhatikan adalah perlindungan anak-anak di lingkungan internet.