Demikian ditegaskan Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Nguyen Manh Cuong dalam interviu dengan kalangan pers mengenai keberhasilan kunjungan tersebut.

Menurut Wakil Menlu Nguyen Manh Cuong, kunjungan tersebut mengkonvergensi tiga tonggak penting. Pertama untuk pertama kalinya Raja Thailand melakukan kunjungan ke Vietnam sejak kedua negara menggalang hubungan diplomatik. Kedua, kunjungan ini berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-50 hubungan diplomatik. Dan ketiga, kunjungan ini berlangsung dalam konteks hubungan antara kedua negara ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada Mei tahun 2025.

Dalam kunjungannya, Raja beserta Permaisuri Thailand melakukan pembicaraan dengan Sekjen sekaligus Presiden To Lam, melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Le Minh Hung dan Ketua Majelis Nasional (MN) Tran Thanh Man. Selain itu, Raja beserta Permaisuri Thailand juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya, keagamaan dan silaturahmi rakyat.

Setelah kunjungan tersebut, kedua negara akan terus mewujudkan pemahaman-pemahaman tingkat tinggi bersama, dengan berupaya segera mencapai nilai perdagangan bilateral sebesar 25 miliar dolar Amerika Serikat (AS) secara lebih yang seimbang. Bersamaan dengan itu, kedua negara terus melaksanakan inisiatif “Tiga koneksi” yang mencakup rantai pasokan, berbagai sektor ekonomi, antardaerah, pelaku usaha serta pertumbuhan yang hijau dan berkesinambungan.

Kedua belah pihak juga akan terus mendorong kerja sama di bidang kebudayaan, pendidikan, pariwisata, silaturahmi rakyat serta memperkuat koordinasi dalam ASEAN, berbagai mekanisme subkawasan Mekong, demi menjadikan hubungan Kemitraan strategis komprehensif Vietnam-Thailand semakin substansial dan efektif.