Menurut laporan tersebut, tingkat pertumbuhan itu dapat dicapai berkat investasi asing dan pembentukan modal yang berkelanjutan, proses industrialisasi dan pembangunan infrastruktur secara terus menerus, serta peningkatan produktivitas berbasis teknologi.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan antarperekonomian di kawasan mengalami perbedaan yang cukup jelas. Pada tahun 2024 dan 2025, Vietnam, Malaysia, dan Singapura mencapai pertumbuhan yang melampaui ekspektasi didukung oleh berbagai faktor pendorong seperti permintaan chip semikonduktor. Hal ini berbasis kecerdasan buatan (AI), ekspor barang produksi, dan peningkatan investasi. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa Vietnam berpotensi terus memimpin pertumbuhan di kawasan, sementara Thailand tumbuh lebih lambat dibandingkan negara-negara lainnya.








