Tindakan tersebut bertujuan membalas serangan-serangan pesawat nir-awak (UAV) dari Gerakan Hezbollah. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir memberitahukan bahwa negaranya tidak tidak akan tinggal diam menghadapi serangan UAV Hezbollah. Di samping iu, ia juga mengimbau PM Benjamin Netanyahu kembali melancarkan serangan terhadap Lebanon. Dalam sidang kabinet Israel pada 24 Mei, Kepala Staf Tentara Eyal Zamir menyatakan bahwa gedung-gedung di Beirut perlu diserang untuk membalas serangan-serangan dengan UAV tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Marco Rubio memberitahukan bahwa Washington sedang mendorong upaya untuk mempertahankan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Sekaligus menekan Pasukan Hezbollah yang dipandang AS sebagai Pasukan proksi Iran di kawasan tersebut.




