Dalam rapat kerja tersebut, PM Le Minh Hung meminta pemerintah Kota Can Tho mengubah pola pikir dari yang semula sekadar melayani menjadi penggerak aktif pembangunan. Kota ini juga diharapkan proaktif mengusulkan berbagai mekanisme dan kebijakan khusus agar daerah ini dapat melompat maju berdasarkan pada potensi dan keunggulan yang ada, khususnya energi terbarukan, pelabuhan dan perkotaan. Di samping itu, Kota ini perlu membuat skenario pertumbuhan konkret untuk setiap bidang seperti industri-pembangunan, pertanian, perdagangan-layanan, dan melimpahkan kriteria jelas kepada setiap perusahaan dan daerah. PM Le Minh Hung meminta:

Apabila ingin meningkatkan kualitas dan produktivitas dalam produksi pertanian harus dilakukan mobilisasi investasi pada industri pengolahan, dan teknologi tinggi di sektor pertanian. Untuk dapat mencapai pertumbuhan dan pengumpulan anggaran keuangan yang berkelanjutan harus memerlukan berbagai proyek investasi industri seperti energi. Sementara itu, untuk menjamin agar perkembangan tepat sasaran sesuai dengan target, harus menangani masalah infrastruktur, serta menangani semua problematik dan persoalan yang ada”.

Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, PM Le Minh Hung dan rombongan kerja mempersembahkan karangan bunga untuk mengenang para martir di Makam Martir Kota Can Tho.

Pada triwulan I/2026, Kota Can Tho berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,02 persen, yang menduduki posisi kedua di daerah dataran rendah sungai Mekong. Sektor pariwisata menjadi titik terang ketika kota ini menyambut kedatangan sekitar 6,2 juta wisatawan, meningkat 21,9 persen dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu. Satu titik terang lainnya yang tidak kalah menonjol yaitu infrastruktur digital yang telah dilaksanakan secara sinkron, terjamin agar pemerintahan daerah dua tingkat dioperasikan secara lancar setelah pengaturan unit administrasi.